"Gotong Royong Tetap Relevan di Era Modern"
- 31 Jul 2025 17:59 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Dalam era modern yang semakin dipenuhi individualisme, semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan penting untuk membangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat. Nilai kebersamaan ini terus beradaptasi dan relevan meski telah menghadapi tantangan zaman.
Sebagaimana dikutip dari laman antaranews.com Peneliti dari PolMark Indonesia, Arif Nurul Imam, menyatakan bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) telah berhasil memupuk kesadaran kolektif dan semangat gotong royong di tengah tekanan budaya individualistik. Ia menekankan bahwa dorongan terhadap kerja bersama membantu menguatkan ikatan sosial dan tanggung jawab bersama.
Sementara itu, konsep gotong royong pun diimplementasikan dalam perkoperasian modern. Artikel dari Insiden24 menyebutkan bahwa koperasi — sebagai lembaga ekonomi kolektif — mencerminkan nilai-nilai gotong royong dalam praktik usaha bersama. Meski tantangan modern seperti kurangnya partisipasi anggota dan pengaruh teknologi muncul, penguatan nilai solidaritas tetap krusial agar koperasi tetap berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks komunitas lokal, Desa Cipatujah (Kabupaten Tasikmalaya) menjadi contoh nyata bagaimana gotong royong disesuaikan dengan kebutuhan modern. Warga memanfaatkan teknologi dan platform digital sederhana untuk koordinasi, sembari tetap menjaga tradisi berbantuan tatap muka dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Sorotan Utama
- Adaptasi digital: Teknologi komunikasi dan platform crowdfunding mendukung koordinasi gotong royong jarak jauh, memperluas partisipasi lintas wilayah.
- Kesadaran kolektif di tengah individualisme: GNRM memperkuat kesadaran akan tanggung jawab sosial kolektif yang menjadi pilar gotong royong.
- Pemberdayaan komunitas lewat koperasi modern: Koperasi sebagai wujud gotong royong ekonomi berpotensi kuat jika diimbangi partisipasi aktif dan manajemen modern.
- Kehidupan lokal yang harmonis: Gotong royong membangun hubungan sosial di kehidupan desa, meningkatkan kualitas hidup melalui kebersihan lingkungan, solidaritas, dan pembangunan fasilitas umum.
Kesimpulan
Meskipun dunia modern sering menekankan efisiensi dan individualisme, semangat gotong royong tetap relevan dan mampu bertransformasi untuk menjawab tuntutan zaman. Perpaduan antara nilai kolektif, pendidikan karakter, dan pemanfaatan teknologi menjadikan gotong royong sebagai kekuatan sosial yang adaptif dan tahan uji. Jika terus dipupuk, gotong royong dapat menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang inklusif, produktif, dan berdaya.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....