Menanam Kepedulian & Budaya Berbagi di Masyarakat

  • 22 Jul 2025 23:42 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Kepedulian dan budaya berbagi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Dari sekolah hingga komunitas lokal, berbagai program dan praktik sosial telah membentuk nilai ini secara berkelanjutan.

1. Program Sekolah: “Jumat Berbagi”

Penelitian oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Universitas Islam Negeri menunjukkan bahwa program **Jumat Berbagi** efektif membentuk sikap sosial siswa. Melalui kegiatan rutin berbagi sedekah dan bantuan, pelajar meningkat empati, sopan santun, serta saling berbagi di sekolah.

2. Pendidikan Awal: Sedekah Membentuk Karakter Anak

Studi di jurnal Aulad (2023) menemukan bahwa kegiatan sedekah Jumat di kalangan anak usia dini—terutama libatkan keluarga dan lingkungan—membantu menumbuhkan rasa peduli sejak dini. Meski masih butuh stimulasi, kegiatan ini mulai membangun sikap berbagi dalam interaksi sosial anak.

3. Semangat Nasional: Budaya Gotong Royong

Budaya **gotong royong** tetap hidup sebagai ekspresi solidaritas masyarakat. Sebagai cermin nilai sosial khas Indonesia, aksi gotong royong muncul kuat dalam menghadapi bencana dan kebutuhan komunitas, menjadi simbol kepedulian kolektif .

4. Filantropi Islam: Sosial dan Spiritual Beriringan

Penelitian Internasional (2024) menyoroti bahwa **budaya berbagi dalam filantropi Islam**—seperti zakat, sedekah, dan wakaf—harus dikembalikan ke nilai spiritualnya. Berbagi sejati memperkuat solidaritas sosial, bukan sekadar pengumpulan dana.

5. Perusahaan & Komunitas: CSR Berbasis Kearifan Lokal

Beberapa studi menunjukkan bahwa aplikasi **CSR berbasis kearifan lokal**—seperti filosofi Tri Hita Karana di Bali—mendorong pelibatan masyarakat lokal dalam program pemberdayaan dan filantropi, menciptakan efek kepedulian yang nyata dan berkelanjutan.

Nilai sosial tumbuh dari pendidikan dan komunitas mulai dari sekolah hingga perusahaan, budaya berbagi perlu dikuatkan melalui praktik nyata.

Berbagi melampaui materi nilai spiritual dan empati sama pentingnya dengan bantuan fisik.

Gotong royong membangun daya tanggap sosial: kewajiban moral tampil saat dibutuhkan.

Budaya berbagi dan kepedulian sosial bukan hanya slogan—mereka dibangun melalui pendidikan, praktik ritual, dan kerja sama lintas komunitas.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....