Coelacanth, Ikan Purba yang Kembali dari Kepunahan
- 17 Jul 2025 09:59 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Ikan Coelacanth (Latimeria menadoensis) dikenal juga sebagai ikan raja laut. Tubuhnya memiliki pola bintik-bintik putih dan sirip tampak keemasan jika terkena cahaya. Panjangnya bisa mencapai 1,4 hingga 2 meter (Sumber: Wikipedia).
Ikan Coelacanth adalah sejenis ikan purba, masuk dalam kelompok ikan langka kategori rentan.
Apakah ikan Coelacanth masih ada? Ya, ikan Coelacanth masih ada. Ikan purba ini masih ditemukan di perairan Indonesia khususnya di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara, serta di perairan lepas pantai Afrika Timur.
Ikan Coelacanth sebelumnya telah dianggap punah, namun pada tahun 1938 ditemukan spesimen hidup di perairan Afrika Selatan. Kemudian, pada tahun 1997 spesies kedua L. menadoensis ditemukan di Indonesia, tepatnya di dekat Manado, Sulawesi Utara.
Di kedalaman laut Sulawesi, seekor ikan purba yang dianggap telah punah jutaan tahun lalu kembali mencuri perhatian dunia ilmiah. Ikan tersebut adalah Coelacanth, spesies “fosil hidup”yang telah bertahan sejak zaman dinosaurus.
Coelacanth yang pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1997, merupakan salah satu spesies tertua di dunia. Para ilmuwan sempat mengira ikan ini telah punah sejak zaman Kapur sekitar 66 juta tahun lalu, hingga penemuan mengejutkan di Afrika Selatan pada 1938 membuka mata dunia.
"Ikan ini seperti jendela hidup ke masa lalu,” kata Dr. Andi Prasetyo, ahli biologi kelautan dari Universitas Sam Ratulangi. "Struktur tubuh dan siripnya yang mirip kaki memberi petunjuk penting tentang evolusi dari ikan menuju hewan darat.”
Coelacanth dapat tumbuh hingga dua meter dan hidup di kedalaman 150 hingga 700 meter, biasanya bersembunyi di gua-gua bawah laut. Salah satu ciri khasnya adalah sirip lobus yang menyerupai tangan dan kaki vertebrata, serta kemampuannya bertahan hidup dalam kondisi laut dalam yang sangat ekstrem.
Penelitian terbaru menemukan bahwa coelacanth memiliki usia hidup yang panjang, bisa mencapai 100 tahun, dan masa kehamilannya sangat lama – hingga lima tahun, terlama di antara semua ikan yang diketahui.
Meski menarik secara ilmiah, Coelacanth berada dalam ancaman. Habitat sempit, perburuan tidak sengaja oleh nelayan, serta perubahan iklim mengancam kelangsungan hidup spesies ini. Karena itu, pemerintah Indonesia bersama para peneliti terus melakukan konservasi dan edukasi.
“Ini bukan hanya soal ikan langka,” ujar Dr. Andi. “Ini tentang menjaga warisan alam yang telah bertahan lebih lama dari manusia sendiri.”
Fakta singkat:
Nama ilmiah: Latimeria menadoensis
Habitat: Laut dalam Sulawesi dan Maluku Utara
Usia hidup: Hingga 100 tahun
Status: Terancam punah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....