Sumur Bor: Hemat Biaya, Tapi Lingkungan Terancam

  • 27 Mei 2025 14:14 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Semakin banyak masyarakat di Indonesia yang memilih menggunakan sumur bor sebagai sumber air utama dibandingkan air dari Perusahaan Air Minum (PAM). Pilihan ini didorong oleh berbagai alasan, mulai dari efisiensi biaya hingga ketersediaan air yang lebih stabil.

Dikutip dari detik.com. Menurut laporan dari PDAM Pintar, air sumur bor dianggap lebih ekonomis dalam jangka panjang karena tidak memerlukan biaya langganan bulanan seperti air PAM. Selain itu, air sumur bor dapat diakses kapan saja tanpa tergantung pada distribusi dari pihak ketiga .

Namun, penggunaan sumur bor juga memiliki dampak negatif yang perlu diperhatikan. Studi yang dipublikasikan di ResearchGate menunjukkan bahwa eksploitasi air tanah melalui sumur bor dalam dapat menyebabkan penurunan muka air tanah sebesar 2,75 meter dalam kurun waktu satu tahun. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan ekosistem dan penurunan kualitas air tanah .

Selain itu, kualitas air sumur bor sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar dan kedalaman sumur. Air tanah dapat terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia berbahaya, tergantung pada lokasi dan kedalaman sumur .

Pemerintah dan para ahli lingkungan mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penggunaan sumur bor dan mendorong penggunaan air PAM yang telah melalui proses pengolahan dan pengawasan kualitas.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....