25 Mei: Hari Tiroid Sedunia

  • 24 Mei 2025 21:59 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Setiap tanggal 25 Mei diperingati sebagai Hari Tiroid Sedunia (World Thyroid Day), sebuah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid memiliki peran vital untuk metabolisme dan keseimbangan hormon tubuh.

Jika kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti hipertiroidisme (produksi hormon tiroid berlebihan) atau hipotiroidisme (produksi hormon tiroid kurang).

Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher, tepatnya di bawah tulang rawan yang disebut jakun. Berbentuk unik seperti sayap kupu-kupu, dan merupakan bagian dari sistem endokrin tubuh. Kelenjar tiroid memiliki fungsi utama memproduksi hormon tiroid yang mengatur metabolisme tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan. Hormon tiroid yang dihasilkan akan dibawa oleh darah ke seluruh tubuh.

Mengutip National Day Calendar, tanggal 25 Mei dipilih sebagai hari untuk memperingati Hari Tiroid Sedunia. Dimulai pada tahun 2007 ketika anggota Federasi Tiroid Internasional menetapkannya. Tanggal ini dipilih untuk merayakan berdirinya Asosiasi Tiroid Eropa (ETA) pada 25 Mei 1965. ETA adalah organisasi yang menjadi pelopor dalam merayakan Hari Tiroid Sedunia.

Tujuan utama peringatan Hari Tiroid Sedunia adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit tiroid, pentingnya deteksi dini, dan pengobatan yang tepat. Peringatan ini juga bertujuan untuk menekankan prevalensi penyakit tiroid, mempromosikan pemahaman tentang kemajuan dalam pengobatan, dan mendorong program pendidikan serta pencegahan.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, prevalensi gangguan tiroid di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di daerah yang kekurangan yodium. Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium dan peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Apakah penyakit tiroid berbahaya?

Gangguan pada tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme bisa memengaruhi berbagai aspek kesehatan, mulai dari kelelahan kronis, gangguan berat badan, perubahan suasana hati, rambut rontok, sensitif terhadap dingin atau panas, kelemahan otot, konstipasi, kulit kering, periode menstruasi tidak teratur, dan pembengkakan di leher.

Terkait dengan salah satu gejala umum penyakit tiroid adalah masalah menstruasi tidak teratur, Asosiasi Tiroid Amerika berpendapat bahwa wanita beresiko 5 hingga 8 kali lebih tinggi terkena gangguan tiroid daripada pria karena fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi atau pada tahap pasca persalinan.

Dengan mengetahui dan memahami tiroid serta peran pentingnya bagi kesehatan, diharapkan masyarakat untuk lebih memperhatikan dan menjaga kesehatan tiroid sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara menyeluruh. Dan Hari Tiroid Sedunia menjadi pengingat pentingnya kesehatan tiroid tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....