Fenomena Angin Puting Beliung: Begini Proses Terjadinya
- 30 Apr 2025 14:50 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Angin puting beliung kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan infrastruktur ringan. Namun, tahukah Anda bagaimana fenomena alam ini bisa terjadi?
Puting beliung merupakan pusaran angin kencang yang terbentuk dari awan cumulonimbus, yaitu awan besar yang sering muncul saat cuaca sangat tidak stabil. Biasanya, puting beliung terjadi ketika terdapat perbedaan suhu dan tekanan udara yang sangat mencolok di lapisan atmosfer bagian bawah dan atas.
Proses terbentuknya dimulai dari udara panas dan lembap yang naik ke atmosfer. Saat udara ini bertemu dengan udara dingin di atasnya, terjadi kondensasi dan terbentuk awan cumulonimbus. Di dalam awan ini, terjadi perputaran angin secara vertikal karena perbedaan kecepatan dan arah angin di berbagai ketinggian. Jika kondisi mendukung, putaran ini bisa memanjang ke bawah dan menyentuh permukaan tanah, membentuk kolom angin berputar yang dikenal sebagai puting beliung.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puting beliung umumnya berlangsung singkat, sekitar 5–10 menit, namun cukup kuat untuk merusak bangunan, merobohkan pohon, dan menimbulkan korban jika tidak diantisipasi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terutama saat memasuki musim pancaroba, ketika perubahan cuaca ekstrem lebih sering terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....