Sulut Coffee Fest Dorong Penguatan Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Hilir

  • 13 Agt 2026 13:36 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado-Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara menilai industri kopi memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Potensi tersebut menjadi alasan kopi dipilih sebagai salah satu tema utama Urban Digifest 2026 melalui kegiatan Sulut Coffee Fest.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, berdasarkan data Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) yang menjadi rujukan kegiatan, pada 2026 Indonesia memiliki sekitar 462 ribu titik kedai kopi. Sementara itu, pendapatan sektor kopi diproyeksikan mencapai 12,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp220 triliun.

Besarnya pasar domestik juga menjadi peluang pengembangan industri kopi. Sekitar 41 persen produksi kopi Indonesia terserap oleh konsumsi dalam negeri, yang menunjukkan kuatnya permintaan sekaligus terbukanya ruang penciptaan nilai tambah mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Di Sulawesi Utara, potensi tersebut dinilai semakin besar. Kota Manado disebut menjadi kota kedua di kawasan Indonesia Timur dengan jumlah kedai kopi terbanyak setelah Makassar. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM yang dikutip RRI pada Maret 2026, terdapat sekitar 5.000 usaha kedai kopi yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Utara dan mampu menyerap ar 15.000 tenaga kerja.

Menurut BI Sulut, kondisi tersebut menunjukkan kopi tidak lagi sebatas komoditas perkebunan, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari sektor UMKM, ekonomi kreatif, gaya hidup, hingga pariwisata.

"Sulut Coffee Fest kami tempatkan bukan semata sebagai festival kopi, tetapi sebagai instrumen pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir, serta sebagai salah satu wajah baru ekonomi kreatif Sulawesi Utara," ujar Kepala Perwakilan BI Sulut saat menjadi narasumber di RRI Manado.

ekosistem tersebut mencakup seluruh rantai industri kopi, mulai dari petani dan proses produks pengolahan biji kopi, distribusi, kreativitas barista, perkembangan kedai kopi, hingga produk yang dinikmati konsumen.

Karena itu, Sulut Coffee Fest tidak hanya menghadirkan aktivitas menikmati kopi, tetapi juga berbagai kegiatan peningkatan kapasitas dan kreativitas. Di antaranya Talkshow dan Workshop Manual Brewing, Talkshow dan Workshop Latte Art, Lomba Tarung Tiga Manual Brew, Lomba Latte Art, serta lomba fotografi bertema kopi.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman, sekaligus membuka peluang lahirnya talenta serta wirausaha baru di sektor kopi.

BI Sulut berharap pengembangan ekosistem kopi dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar, membuka lapangan usaha dan pekerjaan, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuh konomi Sulawesi Utara yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....