Kelangkaan Matcha Berkualitas Ganggu Operasional Slow Bar Lokal

  • 07 Jun 2025 16:30 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Nikmatnya secangkir matcha di Nona’s Cake, yang berlokasi di pelataran Dinas Pariwisata Kota Manado, Kawasan Megamas, ternyata menyimpan cerita panjang perjuangan. Neti Rahayan, pemilik dan pengelola slow bar matcha di sana, menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan bubuk teh hijau berkualitas dari Jepang, khususnya jenis ceremonial grade yang langka.

Menurut Neti, matcha berkualitas tinggi tidak hanya sulit didapat di luar Jawa, bahkan di Jawa sendiri ketersediaannya terbatas. Matcha premium umumnya berasal dari panen pertama (first flush) di musim semi, yang hanya terjadi sekali setahun. Proses pascapanen yang rumit dan pengiriman dari Jepang, khususnya wilayah seperti Kyoto, Uji, dan Yame, menambah kompleksitas mendapatkan bahan baku.

“Pengiriman matcha langsung dari Jepang ke Manado membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, pasokan yang terbatas membuat stok sering habis, sehingga operasional slow bar kami harus terkadang mengalami penundaan,” ujar Neti.

Untuk mengatasi kelangkaan, Neti juga menerima matcha dari panen kedua (second flush) yang biasanya dipanen musim panas. Meski kualitas dan rasa second flush tidak setajam ceremonial grade, ia mengolahnya agar tetap bisa diterima pelanggan, seperti dijadikan latte dengan tambahan susu dan pemanis.

Kelangkaan bahan baku ini juga berimbas pada harga jual. Harga matcha di Nona’s Cake menyesuaikan dengan harga pokok produksi yang tidak murah. Untuk satu gelas matcha, bubuk matcha yang digunakan saja bisa mencapai 40 ribu rupiah hanya untuk bahan baku. Hal ini menyebabkan harga jual produk tidak bisa bersaing dengan harga matcha di kedai kopi biasa.

“Kami berusaha konsisten dan tetap mencari bubuk matcha terbaik agar pelanggan bisa menikmati rasa otentik. Meski terkadang harus menerima second flush, kami berupaya memberikan kualitas terbaik,” kata Neti.

Kendala ini menjadi bukti nyata betapa sulitnya mempertahankan usaha berbasis produk impor berkualitas tinggi di luar pusat kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Namun, komitmen Neti untuk membawa budaya matcha ke Manado tetap menjadi semangat utama dalam menjalankan usahanya.

(Noni Octavia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....