BI Sulut Edukasi Kebanksentralan kepada Peserta UKWR di RRI Manado

  • 29 Jul 2026 14:07 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) mendukung penuh pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) Korwil Nusantara V yang digelar di RRI Manado 27- 30 Juli 2026.

Sejumlah tim teknis BI Sulut tampil sebagai narasumber untuk mengedukasi 33 peserta UKWR yang terdiri dari wartawan dan penyiar RRI Manado, RRI Gorontalo, RRI Tahun dan SP Talaud.

Dalam edukasi tersebut - Dylan Rompis membawakan materi Kebanksentralan, Faiz Akhmad terkait Cinta Bangga Paham Rupiah (CPBR) , sementara Aurelia Solambela membawakan materi QRIS.

Dyalan Rompis pada kesempatan menjelaskan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia yang memiliki tujuan utama mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah

“ Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Bank Indonesia menjalankan tiga peran utama, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas sistem keuangan bersama pemerintah dan otoritas terkait,”

Bank Indonesia juga memiliki peran menciptakan kondisi ekonomi yang stabil sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu Faiz Akhmad yang membawakan materi CPBR yang merupakan Gerakan Membangun Kepedulian terhadap Mata Uang Nasional

Rupiah bukan sekadar alat pembayaran yang sah di Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan dan identitas bangsa. Untuk itu, Bank Indonesia terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBPR) sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap mata uang nasional.

"Dalam gerakan ini, masyarakat diajak untuk mencintai Rupiah dengan memperlakukan uang secara baik dan benar. Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang, merawat uang menggunakan prinsip 5 Jangan, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi, serta menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku."terang Faiz Akhmad.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk bangga menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi merupakan bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional sekaligus wujud kecintaan terhadap Indonesia.

Tak kalah penting, masyarakat perlu memahami Rupiah dengan mengenali keaslian uang melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Pemahaman tersebut juga mencakup kemampuan mengelola keuangan secara bijak, menggunakan sistem pembayaran secara aman, serta memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.

Simulasi wawancara peserta UKWR kepada narasumber

Aurelia Solambela membahas QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard yang merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan Bank Indonesia untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran digital. Melalui QRIS, konsumen cukup memindai satu kode QR menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang telah mendukung QRIS, sehingga transaksi menjadi lebih cepat, mudah, aman, dan efisien.

Penerapan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam menerima pembayaran secara non-tunai tanpa perlu menyediakan berbagai jenis kode QR dari penyedia layanan yang berbeda. Seluruh transaksi tercatat secara digital, sehingga memudahkan pengelolaan keuangan dan mendukung peningkatan inklusi keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....