Crude Coconut Oil Dominasi Ekspor Sulut, Filipina Jadi Tujuan Utama

  • 02 Jun 2026 18:12 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kinerja ekspor Sulawesi Utara pada periode Januari hingga April 2026 tercatat mengalami pertumbuhan positif meski masih fluktuatif pada beberapa komoditas utama.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat nilai ekspor pada April 2026 mencapai 108,39 juta dolar AS atau meningkat 23,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, total ekspor Januari - April 2026 mencapai 411,28 juta dolar AS atau naik 11,49 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengatakan struktur ekspor daerah masih didominasi komoditas berbasis sumber daya alam, terutama lemak dan minyak hewani nabati.

“HS15 atau lemak dan minyak hewani nabati menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 72,45 persen dari total ekspor,” ujar Watekhi.

Ia menjelaskan, komoditas tersebut didominasi crude coconut oil (CCO) yang menjadi produk unggulan ekspor Sulawesi Utara ke berbagai negara tujuan.

Filipina menjadi salah satu pasar utama ekspor Sulut dengan dominasi CCO yang mencapai sekitar 92 persen dari total pengiriman ke negara tersebut. Selain itu, komoditas lain yang turut diekspor ke Filipina adalah tembakau dan rokok yang dikirim melalui Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Petta di Kepulauan Sangihe.

“Selain CCO, ada juga tembakau dan rokok, serta semen dengan kontribusi sekitar 1,93 persen,” ujar Watekhi.

Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Filipina masih menjadi tiga pasar terbesar ekspor Sulawesi Utara.

BPS mencatat, meski ekspor mengalami pertumbuhan, pergerakannya masih cenderung fluktuatif dan belum menunjukkan pola kenaikan yang stabil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....