BPS Catat Surplus Perdagangan Sulut Tembus 267,57 Juta USD di Maret 2026

  • 04 Mei 2026 15:13 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara merilis indikator strategis ekonomi terbaru pada Senin, 4 Mei 2026. Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Sulawesi Utara secara kumulatif periode Januari-Maret 2026 mencatatkan surplus sebesar 267,57 juta USD, atau meningkat 8,00% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Sulut, Wateki, memaparkan bahwa kekuatan utama surplus ini berasal dari kinerja ekspor yang solid, meskipun nilai impor luar negeri pada bulan Maret juga mengalami kenaikan signifikan mencapai 13,0 juta USD. Berdasarkan data kumulatif Januari-Maret 2026, nilai ekspor Sulawesi Utara didominasi oleh komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang tetap menjadi primadona perdagangan internasional daerah ini.

"Kalau kita melihat polanya ya masih belum bisa kita tentukan seperti apa, apakah garis lurus atau apa masih belum kita sebutkan," kata Wateki mengenai fluktuasi grafik perdagangan yang sempat tumbuh negatif pada bulan sebelumnya namun melonjak tajam pada Maret 2026.

Geliat ekonomi ini juga terpantau pada sektor transportasi, di mana kunjungan kapal laut mencapai 1.024 unit dan jumlah penumpang pesawat udara menyentuh angka 166.540 orang selama Maret 2026. Menanggapi tren positif tersebut, Karo Ekonomi Setda Provinsi Sulut, Reza Dotulong, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pasar internasional melalui penguatan kawasan strategis.

"Kami berupaya meningkatkan ekspor, termasuk perkembangan kawasan ekonomi khusus di Bitung, sebagaimana dikunjungi Bapak Gubernur terakhir," ujar Reza.

Selain optimalisasi KEK Bitung dan pelayaran SITC untuk memfasilitasi komoditas unggulan seperti kelapa dan turunannya yang menyumbang hampir 70% ekspor, pemerintah provinsi tetap fokus pada pengendalian harga pasar di Sulawesi Utara. Langkah ini sangat krusial mengingat stabilitas ekonomi daerah sangat bergantung pada pergerakan harga tiga komoditas utama, yakni cabai rawit, beras, dan daging babi yang menjadi penentu angka inflasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....