Investasi Emas Tetap Jadi Pilihan di tengah Ketidakpastian Geopolitik Global
- 14 Apr 2026 19:14 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko resesi global dan ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia, investasi emas kembali menjadi salah satu instrumen yang banyak dipilih masyarakat sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Logam mulia tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas nilai kekayaan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Tren harga emas sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga sekitar 60 persen, meskipun pada awal 2026 terjadi koreksi harga. Namun demikian, nilainya masih berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area 1 Manado, Andi Vivin Budi Permana, menjelaskan bahwa fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar dalam mekanisme pasar global. Menurutnya, emas tetap menjadi instrumen investasi yang menarik karena cenderung stabil dalam jangka panjang.
“Harga emas memang sempat mengalami koreksi, tetapi secara tren masih berada pada posisi yang tinggi. Dalam jangka panjang, emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menjanjikan karena mampu menjaga nilai aset,” ujarnya.
Ia menambahkan, pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor global, mulai dari kebutuhan likuiditas negara-negara besar, dinamika geopolitik, hingga tekanan inflasi. Meski demikian, secara historis emas cenderung mengalami kenaikan nilai dalam jangka panjang dengan rata-rata 5 hingga 15 persen per tahun pada kondisi normal.
Selain emas fisik, tren investasi emas digital juga terus menunjukkan peningkatan. Melalui layanan tabungan emas berbasis aplikasi, masyarakat kini dapat berinvestasi dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp10 ribu, yang langsung dikonversi menjadi gramasi emas sesuai harga harian.
Menurut Andi Vivin, kemudahan akses tersebut membuat investasi emas semakin inklusif dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Emas digital juga dapat dicetak menjadi emas fisik, dijual kembali, atau digadaikan sesuai kebutuhan nasabah.
Dari sisi masyarakat, salah satu nasabah Pegadaian wilayah Manado, Fadhila Abdullah, mengaku merasakan langsung manfaat dari investasi emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
“Waktu saya mulai sekitar beberapa tahun lalu, nilainya masih di kisaran 1 juta per gram. Sekarang sudah naik cukup jauh, dan itu sangat membantu untuk tabungan jangka panjang,” ujarnya.
Fadhila menuturkan bahwa investasi emas memberikan rasa aman karena nilainya cenderung meningkat dan dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan. Ia juga menilai bahwa emas menjadi pilihan yang lebih stabil dibandingkan beberapa instrumen investasi lain yang lebih berisiko.
Dengan karakteristiknya yang tahan inflasi, mudah dicairkan, serta memiliki tren nilai yang cenderung meningkat, emas diperkirakan akan tetap menjadi instrumen investasi favorit masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....