"5 Juli: Peringatan Hari Bank Indonesia"

  • 05 Jul 2025 06:12 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Setiap tanggal 5 Juli, Indonesia memperingati Hari Bank Indonesia, sebuah momentum penting dalam sejarah perjalanan sistem keuangan nasional. Meskipun Bank Indonesia (BI) secara resmi berdiri pada 1 Juli 1953, peringatan ini merujuk pada tonggak bersejarah lainnya — yaitu berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946, yang saat itu berfungsi sebagai bank sirkulasi dan simbol kedaulatan ekonomi Indonesia setelah merdeka.

Jejak Sejarah: Dari BNI 1946 ke Bank Indonesia

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Republik Indonesia memerlukan lembaga keuangan resmi yang bisa mencetak dan mengedarkan mata uang sendiri. Maka pada 5 Juli 1946, pemerintah mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 2 Tahun 1946. Sebagaimana dikutip dari laman detik.com BNI saat itu bertugas mencetak dan mengedarkan uang Oeang Republik Indonesia (ORI), menggantikan mata uang kolonial dan menegaskan kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah tekanan NICA dan Jepang.

Namun, pada 1 Juli 1953, melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 1953, pemerintah membentuk Bank Indonesia sebagai bank sentral resmi, menggantikan De Javasche Bank (DJB), yang merupakan peninggalan Belanda. Sejak saat itu, BI memegang peran penting dalam mengatur kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai rupiah, dan mengelola sistem pembayaran nasional.

“BNI menjadi tonggak penting simbol kedaulatan keuangan Indonesia di awal kemerdekaan. Sedangkan BI menjadi pelanjut fungsi itu dalam kerangka kebijakan moneter yang lebih modern,”demikian tulis detik.com .

Makna Hari Bank Indonesia

Hari Bank Indonesia tidak hanya menjadi momen refleksi atas sejarah perbankan nasional, tapi juga penanda betapa pentingnya lembaga keuangan dalam membangun stabilitas negara. Perayaan ini juga mengingatkan publik akan transformasi sistem moneter dari era kolonial ke sistem nasional yang independen.

Tahun 2025 ini, Bank Indonesia memperingati hari bersejarah ini dengan tema "Inovasi Digital dan Inklusi Keuangan untuk Ekonomi Berkelanjutan", dengan berbagai kegiatan edukatif seperti seminar literasi keuangan, pelatihan UMKM berbasis digital, serta peluncuran fitur baru pada sistem pembayaran BI-Fast dan QRIS.

“Kami ingin menjadikan Hari Bank Indonesia sebagai pengingat kontribusi BI dalam menjaga inflasi, stabilitas rupiah, dan mendorong ekonomi yang inklusif,” kata Deputi Gubernur BI dalam pernyataan resminya yang dikutip .

Peran Strategis Bank Indonesia Kini

Bank Indonesia saat ini berperan sebagai:

  • Bank sentral yang menjaga stabilitas moneter.
  • Regulator sistem pembayaran, termasuk BI-Fast dan QRIS.
  • Pengelola cadangan devisa dan mitra pemerintah dalam pengendalian inflasi.
  • Pendukung digitalisasi ekonomi lewat inovasi seperti Central Bank Digital Currency (CBDC) dan sistem pembayaran nasional.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....