Penurunan Suku Bunga India Tak Menguntungkan Pasar Saham Indonesia
- 10 Feb 2025 21:59 WIB
- Manado
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi (10/2/2025), dibuka melemah 47,57 poin atau 0,71 persen ke posisi 6.695,00.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,58 poin atau 0,71 persen ke posisi 779,30.
Analis Pasar Modal Citi Sekuritas Rhenald Kasali, dalam diskusi terbatas investasi saham, di Jakarta, Senin pagi, memprediksi saat ini pasar saham terus menurun, dan akan ada lebih banyaj dana international meninggalkan pasar saham, masuk ke pasar IPO India, sebab IPO adalah cara investasi yg menghasilkan keuntungan tinggi yang diakui secara umum dan tak ada resiko.
Menurutnya, saat ini India sudah mulai menurunkan suku bunga, ini adalah penurunan suku bunga pertama kali dalam 5 tahun yang berpengaruh sangat besar terhadap pasar saham India.
Kata Rhenald, suku bunga acuan India turun dari 6.25% mnjdi 6%, ini adalah baru permulaan, india akan mulai menurunkan suku bunga yang diprediksi akan turun hingga 3%.
Setelah India menurunkan suku bunga, pasar saham India mulai naik, dan akan menarik lebih banyak dana international masuk ke India.
"Menurut saya, makna dari penurunan suku bunga India kali ini, karena dipicu penurunan saham teknologi Amerika yang menyebabkan banyak dana keluar dari Amerika. Jika saat ini, melalui penurunan suku bunga India, akan merangsang kenaikan pasar saham, dan akan membantu menarik lebih banyak dana international yang masuk.
Rhenald menjelaskan, beberapa dampak terhadap pasar saham negara lain akibat penurunan suku bunga di India.
Pertama, tidak menguntungkan bagi pasar saham Indonesia, karena saat ini India dan Indonesia adalah negara paling memiliki potensi kenaikan dan menarik banyak dana international masuk. Setelah India menurunkan suku bunga, akan menyebabkan dana international keluar dari Indonesia. Data terbaru menunjukkan di minggu yang lalu dana International sudah menjual 3 triliun saham Indonesia, diantaranya saham BMRI terjual Rp 2,2 triliun.
Kedua, akan membuat lebih banyak saham teknologi Amerika menurun, dan dana international keluar dari Amerika.
Richard.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....