Kelor: Tanaman Bergizi dengan Peluang Usaha Menjanjikan

  • 13 Agt 2026 11:04 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Budidaya kelor (Moringa oleifera) semakin diminati karena tanaman ini mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Kelor dikenal sebagai tanaman yang tahan terhadap cuaca panas dan mampu tumbuh di berbagai jenis tanah, meskipun akan lebih subur pada tanah yang gembur dan memiliki drainase yang baik. Selain dimanfaatkan sebagai sayuran, daun kelor juga banyak diolah menjadi teh, tepung, hingga bahan baku produk kesehatan.

Mengutip Botanical, perbanyakan kelor dapat dilakukan melalui biji maupun stek batang. Penanaman dengan biji menghasilkan akar yang lebih kuat, sedangkan stek batang lebih cepat tumbuh dan mulai menghasilkan daun. Bibit ditanam dengan jarak sekitar 2–3 meter agar tanaman memiliki ruang yang cukup untuk berkembang.

Perawatan tanaman kelor tergolong sederhana. Penyiraman dilakukan secara rutin pada masa awal pertumbuhan, kemudian dikurangi setelah tanaman cukup kuat. Pemupukan menggunakan pupuk kandang atau kompos dapat membantu mempercepat pertumbuhan daun. Gulma di sekitar tanaman juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi.

Pemangkasan merupakan salah satu kunci keberhasilan budidaya kelor. Saat tanaman mencapai tinggi sekitar 1–1,5 meter, pucuknya dipangkas untuk merangsang pertumbuhan cabang baru. Dengan cara ini, tanaman akan menghasilkan lebih banyak daun dan proses panen menjadi lebih mudah.

Daun kelor umumnya sudah dapat dipanen sekitar 2–4 bulan setelah tanam, tergantung metode penanaman dan perawatannya. Panen dapat dilakukan secara berkala setiap 30–45 hari. Selain daunnya, bunga, polong muda, hingga biji kelor juga memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Dengan teknik budidaya yang tepat, kelor dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Permintaan pasar terhadap produk olahan kelor terus meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat akan manfaat gizinya. Karena itu, budidaya kelor tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....