Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus Perkuat Investasi AI
- 26 Apr 2026 16:13 WIB
- Manado
Poin Utama
- Meta Platforms akan melakukan PHK sekitar 8.000 karyawan atau 10 persen dari total tenaga kerja serta menutup 6.000 lowongan pekerjaan.
- Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan fokus dan sumber daya ke investasi besar di bidang kecerdasan buatan (AI).
- Tren serupa juga terjadi di industri teknologi, dengan perusahaan seperti Amazon, Microsoft, dan Snap Inc. melakukan efisiensi tenaga kerja.
RRI.co.id, Manado - Perusahaan teknologi Meta Platforms mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mengalihkan sumber daya ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan induk dari Instagram dan Facebook itu juga akan menutup sekitar 6.000 lowongan pekerjaan yang sebelumnya telah dibuka. Informasi ini disampaikan kepada karyawan melalui memo internal manajemen.
Chief People Officer Meta, Janelle Gale, menyebut keputusan tersebut merupakan langkah yang tidak mudah, namun dinilai sebagai arah terbaik bagi perusahaan ke depan. Ia juga mengakui bahwa kabar ini menimbulkan ketidakpastian di kalangan karyawan.
Langkah Meta ini terjadi di tengah tren industri teknologi global yang mulai melakukan penyesuaian besar-besaran seiring meningkatnya investasi di bidang AI. Sejumlah perusahaan teknologi lain juga melakukan langkah serupa.
Perusahaan Snap Inc. sebelumnya dilaporkan memangkas sekitar 1.000 karyawan, sementara Amazon telah melakukan pengurangan sekitar 16.000 pekerja pada awal tahun ini. Di sisi lain, Microsoft juga menawarkan program buyout sukarela kepada sekitar 7 persen karyawannya sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.
Sejumlah raksasa teknologi, termasuk Meta, Microsoft, Google, dan Amazon, kini menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan AI, termasuk pembangunan pusat data dan peningkatan kapasitas komputasi.
Namun, kebijakan efisiensi ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kecerdasan buatan terhadap pasar tenaga kerja global, terutama terkait potensi pengurangan lapangan kerja di masa depan.
Langkah Meta ini menjadi sinyal kuat bahwa industri teknologi tengah memasuki fase baru yang lebih berfokus pada efisiensi dan transformasi berbasis AI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....