Mengenal "Thrifting" , Gaya Hidup dalam Berbelanja

  • 09 Jan 2025 07:13 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Di Indonesia, kegiatan thrifting lebih akrab disebut sebagai awul-awul dan telah ada sejak lama. Namun, saat ini thrifting kembali menjadi tren akibat kemudahan akses internet yang mendorong perkembangan penjualan barang bekas berbasis online.

Beberapa barang yang biasa dijual di thrift, yakni pakaian, tas, jam tangan, sepatu, buku, perhiasan, hingga alat-alat rumah tangga. Thrifting juga menjadi salah satu kegiatan yang populer belakangan ini, banyak pelaku bisnis yang berlomba-lomba untuk membuka usaha jenis ini.

Melansir dari laman Customs Trade Academy, thrifting adalah kegiatan membeli produk bekas namun berkualitas dan layak pakai. Istilah ini berasal dari kata “thrift” dalam bahasa Inggris yang berarti ‘hemat’. Meski pada dasarnya thrifting berarti membeli barang-barang bekas, namun bukan berarti kualitas barang yang dijual sudah tidak bagus. Barang-barang yang dijual dalam thrift harus dalam kondisi dan kualitas yang baik.

Tak sedikit pula yang memaknai, gaya hidup thrifting tak cuma sekadar berburu barang bekas dan berhemat, tapi juga berdampak positif bagi lingkungan karena turut berkontribusi pada pengurangan produksi barang baru dan memperpanjang masa pakai suatu barang.

Kemudian thrifting juga menawarkan gaya yang cukup beragam. Kamu dapat bereksperimen dengan berbagai padu-padan busana vintage dan menciptakan gaya baru yang sesuai. Lain hal jika membeli pakaian di toko konvensional, mungkin saja akan bertemu dengan orang lain yang mengenakan pakaian sama persis. Thrifting juga memungkinkanmu untuk menemukan koleksi pakaian edisi terbatas atau koleksi unik yang tentunya dijual dengan harga murah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....