Florencia Wibisono Pramugari Korban Jatuhnya ATR 42-500 Dimakamkan

  • 24 Jan 2026 18:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Tondano - Florencia Lolita Wibisono dimakamkan di pekuburan keluarga Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Sabtu 24 Januari 2026.

Isak tangis pecah di antara doa-doa yang dipanjatkan, mengiringi kepergian salah satu putri terbaik Minahasa yang berpulang dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulu Saraung, Sulawesi Selatan.

Sebelum dimakamkan, jenazah Florencia Lolita Wibisono disemayamkan dan dilakukan ibadah pemakaman di rumah duka di Kelurahan Taler Kecamatan Tondano Timur, Minahasa. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Rudy Pantouw, MTh, dari Jemaat GMIM Baitani Taler. Dalam khotbahnya, ia mengajak keluarga untuk berserah penuh kepada Tuhan di tengah kehilangan yang mendalam. “Di tengah duka yang berat ini, kita percaya Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dialah sumber penghiburan sejati,” ucap Pendeta Pantouw dengan suara bergetar.

Ibadah pemakaman turut dihadiri Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundayang, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, serta keluarga, kerabat, dan teman-teman almarhumah. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa duka ini bukan hanya milik keluarga, tetapi juga duka masyarakat Minahasa.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat. “Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kehilangan seorang anak, saudara, dan anggota keluarga tercinta adalah duka yang sangat berat. Tidak ada kata yang mampu sepenuhnya menghibur,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan Florensia sebagai sosok muda yang berdedikasi tinggi dalam pengabdiannya sebagai pramugari. “Almarhumah adalah pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjalani profesinya bukan sekadar sebagai pekerjaan, tetapi sebagai panggilan untuk melayani dengan ketulusan, keramahan, dan pengorbanan. Ini menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya di Sulawesi Utara dan Minahasa,” katanya.

Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada 17 Januari lalu di Gunung Bulu Saraung, Sulawesi Selatan, menjadi peristiwa yang mengguncang rasa kemanusiaan bangsa. Peristiwa itu tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga membangkitkan empati seluruh masyarakat Indonesia. Florensia Lolita Wibisono berpulang saat menjalankan tugas, dalam sebuah pengabdian hingga akhir hayat.

Karangan bunga berjejer rapat, membawa pesan cinta, kehilangan, dan penghormatan terakhir dari keluarga, sahabat, hingga rekan-rekan almarhumah. Wajah-wajah sendu tampak larut dalam duka, seolah tak percaya Florensia telah pergi untuk selamanya.

Doa, air mata, dan tabur bunga mengiringi langkah terakhir Florensia menuju peristirahatan kekalnya. Di balik duka yang mendalam, kenangan tentang senyum, keramahan, dan pengabdian almarhumah akan terus hidup di hati keluarga dan semua orang yang pernah mengenalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....