Sejarah Berdirinya RRI Manado
- 11 Sep 2025 17:03 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Radio Republik Indonesia (RRI) Manado memperingati hari jadinya yang ke-80 pada Kamis (11/9/2025). Sejak berdiri pada 11 September 1950, RRI Manado menjadi salah satu simpul penting jaringan RRI di seluruh Indonesia, berperan sebagai sumber informasi, pendidikan, dan hiburan bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Sebelum resmi berdiri, siaran radio sudah ada di Manado melalui stasiun peninggalan Belanda yang kemudian dinasionalisasi setelah penyerahan kedaulatan pada 27 Desember 1949. RRI Manado pertama kali dipimpin Samuel Alex Muiry dan menyiarkan siaran perdana pada 11 September 1950 dengan identitas baru: Radio Republik Indonesia Studio Manado.

RRI Manado juga sempat mengalami masa sulit. Menjelang 1958, gejolak politik dan pemberontakan Permesta membuat studio RRI Manado jatuh ke tangan penguasa Permesta pada 17 Februari 1958. Sejak pukul 18.00 WITA hari itu, siaran RRI diambil alih dan mengudara dengan nama Radio Permesta – Suara Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Namun, situasi ini tidak berlangsung lama. Berkat semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air, RRI Manado berhasil dipulihkan dan kembali ke pangkuan pemerintah pusat.
Seiring perkembangan, RRI Manado resmi menempati gedung baru di Tikala pada Februari 1982 di bawah kepemimpinan Kepala Stasiun Eddy Mamangkey. Gedung lama di Jalan Sam Ratulangi dikembalikan kepada PELNI.
Hingga kini, RRI Manado tetap setia pada semboyannya: “Sekali di udara tetap di udara, sekali merdeka tetap merdeka.” Setiap tahun, tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional sekaligus HUT RRI Manado, yang pertama kali dirayakan pada 1951 dengan 22 karyawan dan terus bertambah seiring perjalanan waktu.
Di usia 80 tahun, RRI Manado terus bertransformasi menghadapi era digital tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai media publik yang independen, netral, dan terpercaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....