Tim Expedisi Rupiah Berdaulat Bawa Uang Layak Edar ke Pulau Terluar

  • 24 Jun 2026 12:57 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID Bitung- Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat atau ERB Tahun 2026 yang akan menjangkau wilayah kepulauan terluar di Sulawesi Utara secara resmi dilepas di Dermaga Satrol Kodaeral VIII Bitung, Selasa 23 Juni 2026.

ERB digelar Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut lima pulau terdepan Indonesia yakni Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruang, dan Miangas. Ekspedisi ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari 23 hingga 29 Juni 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto menjelaskan, pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 yang menugaskan Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah cukup, kualitas terjaga, dan tersebar merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan terpencil.

Joko menambahkan, program ini merupakan kolaborasi strategis antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, dan pemerintah daerah sebagai upaya menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Sejak tahun 2012 hingga 2026, kerja sama BI dan TNI AL telah melaksanakan 150 kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dan menjangkau 766 pulau di wilayah 3T. Sementara pada tahun 2026, secara nasional direncanakan terdapat 23 kegiatan ekspedisi dengan target menjangkau 115 pulau di seluruh Nusantara.

Untuk pelaksanaan di Sulawesi Utara, tim menggunakan KRI Selar-879 dengan dukungan modal kerja sebesar Rp5,5 miliar dan melibatkan 15 personel dari berbagai kantor Bank Indonesia di Indonesia serta dukungan prajurit TNI Angkatan Laut.

“Dalam pelaksanaannya, tim menjalankan tiga misi utama yakni mendistribusikan uang rupiah layak edar termasuk uang baru, menarik uang tidak layak edar yang sudah rusak atau lusuh, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cinta, bangga, dan paham rupiah. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kelancaran transaksi ekonomi sekaligus memperkuat rasa nasionalisme masyarakat di wilayah perbatasan,”terang Kepala BI Sulut.

Joko Supratikto menegaskan bahwa rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan dan kebanggaan bangsa Indonesia. Kehadiran KRI Selar-879 bersama Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi pesan bahwa negara hadir hingga ke pelosok negeri untuk melindungi dan melayani seluruh masyarakat Indonesia. Ia berharap misi ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi masyarakat di pulau-pulau yang dikunjungi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....