Kisah Sifra: Kejar Cita-Cita Jadi Dokter di Sekolah Rakyat Kupang
- 15 Jun 2026 22:24 WIB
- Manado
Poin Utama
- Sifra Takain (13), anak sulung dari sepasang orangtua tunanetra di Kupang, NTT, bertekad kuat mengejar cita-citanya menjadi dokter demi membantu warga yang sakit.
- Melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Sifra bisa bersekolah gratis dengan sistem asrama, di mana seluruh biaya hidup dan alat sekolah ditanggung negara.
- Di sekolah barunya, Sifra tidak hanya belajar materi reguler dan keahlian coding, tetapi juga aktif dalam lima kegiatan ekstrakurikuler termasuk taekwondo dan jurnalistik.
RRI.co.id, Manado - Keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik orangtua tidak menyurutkan semangat Sifra Takain (13) untuk merajut masa depan. Lahir dan tumbuh dari sepasang orangtua penyandang disabilitas tunanetra, remaja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kini tengah berjuang mengejar impiannya menjadi seorang dokter melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang.
Sifra bersama sang ayah, Maskrim Takain (39), dan ibunya, Tapui Aksamina Lobang (40), selama ini tinggal di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Kedua orangtua Sifra mengalami kebutaan akibat penyakit kronis yang terlambat ditangani secara medis sejak Sifra masih bayi.
Kondisi tunanetra membuat orangtua Sifra kesulitan mendapatkan pekerjaan formal. Untuk bertahan hidup sehari-hari, mereka membantu membersihkan rumah dan menjaga kios sembako milik kakek Sifra, Soleman Takain, dengan upah sukarela berupa uang atau beras. Selain mengandalkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah, Maskrim dan Aksamina juga membuka jasa pijat refleksi di rumah mereka tanpa mematok tarif.
"Kadang ada yang bayar Rp50 ribu, kadang juga ada yang tidak bayar," cerita Sifra dengan tegar.
Realitas kehidupan inilah yang kemudian menempa mental Sifra dan melahirkan cita-cita mulia di hatinya. Siswa sulung dari tiga bersaudara ini bertekad kuat untuk menjadi dokter di masa depan agar bisa membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.
Langkah Sifra menuju impiannya kini kian terbuka lebar setelah ia diterima di SRMP 19 Kupang. Di sekolah bersistem asrama ini, Sifra dapat menimba ilmu dengan fokus tanpa perlu memikirkan beban biaya, karena seluruh kebutuhan hidup dan operasional sekolah ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas mumpuni yang setara dengan sekolah unggulan, mulai dari laboratorium sains, laboratorium komputer, hingga perpustakaan. Di tempat ini, Sifra tidak hanya belajar mata pelajaran umum, tetapi juga mulai menguasai keahlian modern seperti coding.
Di sela kesibukan akademisnya, Sifra juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti taekwondo, Pramuka, futsal, paduan suara, hingga kelas jurnalistik. Remaja ini pun menyampaikan rasa syukur mendalam atas kesempatan berharga yang ia dapatkan melalui program pendidikan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....