Warga Kota Besar Semakin Sulit Mendapatkan Lahan Pemakaman

  • 12 Jun 2024 07:24 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Kota besar di Indonesia menghadapi masalah ketersediaan lahan. Hal itu terasa ketika ada penduduk yang meninggal dunia, maka akan dihadapkan kesulitan mendapatkan makam di tempat pemakaman umum.

Seperti di kutip laman okezone.com menurut penasihat Ikatan Arsitek Lanskap Jawab Barat Firmansam Bastaman, sejumlah masalah pemakanan di kota besar Indonesia antara lain sulitnya mendapatkan lahan, pemakaman yang telah penuh serta mahalnya harga makam. Pemakaman yang telah penuh menyebabkan sulitnya mendapatkan lahan pemakaman.

Faktor Penyebab

  1. Pertumbuhan Penduduk dan Urbanisasi: Populasi yang terus meningkat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, menyebabkan permintaan akan lahan meningkat. Urbanisasi juga mengakibatkan penggunaan lahan yang tersedia untuk pembangunan perumahan, komersial, dan infrastruktur lainnya, mengurangi ketersediaan lahan untuk pemakaman.

  2. Keterbatasan Lahan: Kota besar biasanya memiliki keterbatasan lahan terbuka karena perkembangan perkotaan yang pesat. Lahan yang tersedia lebih sering dialokasikan untuk penggunaan lain yang dianggap lebih mendesak, seperti perumahan dan bisnis.

  3. Harga Tanah yang Tinggi: Kenaikan harga tanah di kota besar membuat lahan pemakaman menjadi sangat mahal. Hal ini menambah beban finansial bagi keluarga yang sedang berduka dan memerlukan tempat pemakaman.

  4. Kebijakan Pemerintah: Kebijakan tata ruang dan perencanaan kota yang kurang memperhatikan kebutuhan lahan pemakaman juga berkontribusi pada masalah ini. Beberapa kota mungkin tidak memiliki rencana jangka panjang yang cukup untuk mengalokasikan lahan pemakaman yang memadai.

  5. Budaya dan Preferensi: Preferensi budaya dan agama tertentu yang mengutamakan pemakaman di lokasi-lokasi tertentu menambah tekanan pada lahan pemakaman yang sudah terbatas.

Solusi Potensial

  1. Pemakaman Vertikal: Mengadopsi konsep pemakaman vertikal atau pemakaman bertingkat yang dapat menampung lebih banyak jenazah dalam area yang lebih kecil.

  2. Kremasi: Meningkatkan kesadaran dan penerimaan terhadap kremasi sebagai alternatif pemakaman. Kremasi memerlukan lahan yang lebih sedikit dibandingkan pemakaman tradisional.

  3. Pemakaman di Daerah Pinggiran: Mendorong penggunaan lahan pemakaman di daerah pinggiran kota, di mana lahan mungkin lebih tersedia dan lebih murah.

  4. Optimalisasi Pemakaman yang Ada: Mengelola lahan pemakaman yang ada dengan lebih efisien, termasuk penggunaan kembali lahan pemakaman lama sesuai dengan adat dan peraturan yang berlaku.

  5. Kebijakan dan Perencanaan Jangka Panjang: Pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan dan rencana jangka panjang untuk memastikan ketersediaan lahan pemakaman yang memadai, termasuk mengalokasikan dana dan lahan khusus untuk tujuan ini.

  6. Kolaborasi dengan Swasta: Pemerintah dapat bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengembangkan dan mengelola lahan pemakaman yang modern dan efisien.

Dengan pendekatan yang terencana dan kolaboratif, diharapkan masalah keterbatasan lahan pemakaman di kota besar dapat diatasi, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi pemakaman dengan layak dan terhormat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....