Langusei Tumbuhan Sekaligus Maskot Khas Sulawesi Utara
- 21 Mar 2024 10:02 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Beberapa tumbuhan yang tumbuh ditempat kita terkadang luput dari mata, tanpa kita sadari banyak manfaat yang bisa kita dapatkan atau bahkan bisa menjadi maskot didaerah tempat kita berada salah satunya adalah Pohon Langusei.
Pohon Langusei yang masih berkerabat dekat dengan Beringin (Ficus benjamina) ini telah ditetapkan menjadi Flora Identitas Sulawesi Utara, Langusei (Ficus minahassae) merupakan tumbuhan yang menjadi maskot Sulawesi Utara.Bunga Langusei tersusun menjurai kebawah sepanjang hingga satu meter. Pohon Langusei merupakan tumbuhan yang sering disebut juga Mahangkusei, Tambing-tambing, Werenkusei, dan Tulupow. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal sebagai Fig Tree. Sedang dalam bahasa latin nama tumbuhan ini adalah Ficus minahassae.
Pohon Langusei merupakan tumbuhan asli Indonesia yang tersebar di pulau Sulawesi bagian utara, kepulauan Sangihe dan Talaud. Persebaran pohon yang ditetapkan menjadi flora identitas Sulawesi Utara ini mencapai Papua dan Filipina. Langusei tumbuh di hutan campuran pada daerah dataran rendah hingga ketinggian 700 meter dpl. Tumbuhan bernama latin Ficus minahassae ini dapat tumbuh baik di daerah dengan curah hujan rendah, bahkan pada tanah-tanah kurang subur dan berkapur.
Pohon Langusei (Ficus minahassae) berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15 meter. Pohon Langusei rindang karena mempunyai banyak cabang dan lebat. Permukaan kulit batangnya halus dan kulit tersebut mudah terkelupas yang bila kering akar, tampak serat-seratnya yang halus. Daun tumbuhan Langusei berukuran kecil berbentuk bulat telur dengan ujung lancip. Perbungaannya muncul dari batangnya, sering dimulai dari dekat tanah sampai pada cabang-cabang utamanya.
Bunga ini tersusun menjuntai ke bawah dengan panjang mencapai 1 meter lebih. Bunga-bunga Langusei membentuk bongkol sehingga nampak seperti buahnya. Bunganya sebenarnya ada di dalam dan bisa tampak bila dipotong secara melintang. Bongkol yang di dalamnya terdapat bunganya itulah kemudian yang berubah menjadi buah langusei. Buah ini tidak akan gugur hingga buah tersebut masak. Di dalam buah tersebut terdapat bijinya yang kecil-kecil.
Beberapa bagian tumbuhan Langusei telah dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Utara sejak dulu. Bagian yang dimanfaatkan seperti kulit kayu Langusei yang sering dijadikan bahan pembuat pakaian atapun tali karena memiliki serat yang lembut dan halus namun ulet dan kuat. Daun Langusei dipergunakan sebagai campuran obat. Buahnya juga sering digunakan sebagai campuran minuman tradisional.
Demikian sekilas tentang Pohon Langusei,mungkin ada beberapa yang sudah mengenalnya namun ada juga yang bahkan baru mendengar dan tahu tentangPohon Langusei itu sendiri,tanpa kita sadari begitu banyak tumbuhan disekitar kita yang kaya akan manfaatnya untuk kesehatan selain indah dipandang mata bahkan dijadikan maskot kebangggan daerah,salah satunya yang ada diDaerah Minahasa Sulawesi Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....