Mengulik Sejarah Patung Worang Ikon Bersejarah Kota Manado
- 20 Feb 2024 18:06 WIB
- Manado
KBRN,Manado :Patung Worang atau yang dikenal dengan Tugu Peringatan Pendaratan Batalyon Worang,adalah patung yang didirikan untuk mengenang pasukan yang dipimpn oleh Mayor Hein Viktor Worang.
Tugu Ini sangat khas dengan patung 7 tentara berwarna hijau lumut menggambarkan Batalyon Worang yang terdiri dari 7 kompi ,dimana monumen yang memiliki nilai sejarah ini sangat penting untuk masyarakat Indonesia khususnya untuk warga Manado Sulawesi Utara.
Monumen ini terletak dikawasan perkotaan kota manado tepatnya dijalan Sam Ratulangi,bagi masyarakat Sulawesi Utara yang sering berbelanja di pusat kota kawasan pasar 45 Manado,pasti tak asing dengan patung 7 orang tentara didekat Jumbo Pasar Swalayan, selain sebagai tempat ziarah dan wisata sejarah,Patung Worang Batalyon Manado juga sering digunakan sebagai tempat acara budaya dan kegiatan social.
Patung Batalyon Worang ini merupakan tugu peringatan,dimana pada bulan mei 1950 dengan misi untuk mencegah Sulawesi Utara bergabung dengan Negara Indonesia Timur(NIT) dan pengaruh NICA,masa itu pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945,kondisi Indonesia Timur masih bergejolak,banyak muncul pemberontakan lokal yang tak setuju dengan kebijakan pusat,apalagi saat itu pasukan KNIL masih menguasai kawasan Indonesia Timur,Batalyon Worang merupakan pasukan dibawah Markas Besar Angkatan Darat,yang bernama Batalyon B pada Brigade 16 TNI AD.
Mereka bertugas kebeberapa daerah di Indonesia Timur seperti Manado,Makasar dan Maluku Selatan untuk mempertahankan keutuhan Negara kesatuan RI dari gerakan separatis,Hein Viktor Worang yang lahir di Tontalete,Tonsea Minahasa Utara,12 maret 1919 pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara periode 2 Maret 1967-21 Juni 1978,Worang merupakan Putra Sulut pertama yang mendapatkan pangkat jenderal TNI AD bintang satu dan bintang dua,Worang meninggal di Jakarta pada tanggal 3 Februari 19 82 dan makamnya di Tontalete,Minahasa Utara
Dalam Tugu Peringatan mendaratnya Batalyon Worang,Terlihat ada tujuh orang meninggal memanggul senjata yang sedang berdiri,ini melambangkan Batalyon Worang yang terdiri dari tujuh kompi masing masing,Kompi Yuus Somba,Kompi Utu Lalu,Kompi Wim Tenges,Kompi Wuisan,Kompi Andi Odang,Kompi John Ottay,Dan Kompi Wim Yoseph(Kompi Markas),dengan kepala staf Batalyon Kapten Rory,dalam setiap misinya,Batalyon ini sukses meredakan pemberontakan lokal yang disusupi para anggota KNIL dan berhasil melucuti senjata mereka.
Worang kemudian menjadi Gubernur Sulawesi Utara pada Maret 1967,Worang memegang tampuk kepemimpinan Provinsi Sulut lebih dari satu dasawarsa atau tepatnya 11 Tahun 3 Bulan,Worang juga dikenal berhasil membawa Sulut melewati krisis pasca pergolakan Permesta,Worang berhasil membangun ribuan km jalan aspal hingga meningkatkan kesejahteraan lewat perkebunan cengkih dan kopra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....