Algoritma Media Sosial Pengaruhi Pola Pikir Pengguna

  • 21 Jan 2026 08:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID,Manado- Algoritma media sosial berperan besar dalam membentuk informasi yang diterima pengguna setiap hari. Sejumlah ahli internasional menilai, pemahaman terhadap cara kerja algoritma penting agar masyarakat tidak terjebak dalam arus informasi yang sempit dan menyesatkan.

Pakar media dan komunikasi dari University of North Carolina, Prof. Zeynep Tufekci, menyebut algoritma media sosial dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan pengguna (engagement). Menurutnya, sistem ini cenderung mempromosikan konten yang memicu emosi kuat seperti kemarahan atau ketakutan. “Algoritma tidak memilih konten yang paling benar, melainkan yang paling menarik perhatian,” jelasnya.

Sementara itu, mantan peneliti Google dan pakar kecerdasan buatan, Dr. Tristan Harris, menilai algoritma dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku pengguna tanpa disadari. “Setiap interaksi kecil, seperti like dan share, menjadi data yang digunakan algoritma untuk membentuk realitas digital seseorang,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh profesor psikologi dari New York University, Dr. Jonathan Haidt. Ia menekankan bahwa algoritma media sosial dapat memperkuat polarisasi karena pengguna lebih sering disuguhkan konten yang sejalan dengan pandangan mereka. “Inilah yang menciptakan ruang gema atau echo chamber,” katanya.

Para ahli internasional menyarankan pengguna untuk secara sadar mengatur pola konsumsi media sosial, seperti mengikuti berbagai sudut pandang, membatasi waktu penggunaan, serta tidak langsung mempercayai konten yang viral.

Dengan memahami cara kerja algoritma media sosial, masyarakat diharapkan mampu bersikap lebih kritis, tidak mudah terprovokasi, serta dapat menggunakan media sosial secara lebih sehat dan bertanggung jawab.

Ferel/LPU

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....