[Hoaks!] Video Aktivis Aceh Demo di PBB Salah
- 15 Jan 2026 14:04 WIB
- Manado
.RRI.CO.ID,Manado Sebuah video yang beredar di media sosial Facebook dengan klaim “aktivis Aceh demo di Gedung PBB tuntut referendum” dipastikan tidak benar dan menyesatka
Video tersebut diunggah akun Facebook “Viral News” pada Jumat, 9 Januari 2026. Dalam unggahan terlihat sekelompok orang berorasi sambil membawa bendera bergambar bulan bintang serta spanduk bertuliskan “Stop Deforestation, illegal mining, sending militer, save Acheh Sumatera”. Hingga Kamis, 15 Januari 2026, unggahan ini telah meraih lebih dari 3.800 tanda suka, ribuan komentar, dan dibagikan ratusan kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melalui TurnBackHoax melakukan penelusuran terhadap klaim tersebut. Hasil pencarian dengan kata kunci terkait tidak menemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan adanya aksi tuntutan referendum oleh aktivis Aceh di Gedung PBB.
Penelusuran lanjutan menggunakan Google Lens mengarahkan pada pemberitaan riaupos.com berjudul “Kibarkan Bendera Aceh, Desakan Status Darurat Bencana Nasional Banjir dan Longsor Sumatera Menggema hingga KBRI di New York dan Markas Besar PBB” yang tayang pada 6 Januari 2026.
Dari pemberitaan tersebut diketahui bahwa aksi dalam video merupakan demonstrasi damai yang dilakukan diaspora Indonesia, khususnya komunitas Aceh Community Center di Amerika Serikat, pada Senin, 5 Januari 2026. Aksi itu bertujuan mendesak Pemerintah Indonesia segera menetapkan status darurat nasional atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dalam pidatonya, perwakilan Aceh Community Center menegaskan bahwa aksi tersebut bersifat kemanusiaan, bukan politik. Mereka menyerukan perlindungan bagi warga terdampak bencana, pembukaan akses bantuan kemanusiaan internasional, serta transparansi dan akuntabilitas penanganan bencana.
Dengan demikian, klaim yang menyebut aksi tersebut sebagai tuntutan referendum Aceh merupakan konten dengan konteks yang salah (false context) karena memelintir tujuan asli demonstrasi.
Masyarakat diimbau lebih cermat memahami konteks visual yang beredar di media sosial serta memverifikasi informasi melalui sumber tepercaya sebelum membagikannya.
Hasil Pemeriksaan Fakta: SALAH
(Fika Hamzah)
RR
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....