[Hoaks!] Purbaya Bongkar Transaksi Jahat Jokowi Ternyata Salah

  • 15 Jan 2026 14:03 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID Manado – Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membongkar “transaksi jahat” Presiden Joko Widodo senilai Rp984 triliun di Bank Pembangunan China dipastikan tidak benar.

Narasi tersebut beredar melalui akun Facebook “Andri Prima Jaya” pada Jumat, 9 Januari 2026, disertai tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari situs Insibernews. Hingga Kamis, 15 Januari 2026, unggahan itu telah mendapat puluhan komentar dan dibagikan lebih dari 60 kali.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melalui TurnBackHoax melakukan penelusuran terhadap klaim tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan artikel Insibernews sebagaimana ditampilkan dalam unggahan yang beredar. Penelusuran lanjutan menggunakan mesin pencari Google dengan kata kunci terkait juga tidak menemukan pernyataan resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Fakta angka Rp984 triliun yang disebut dalam unggahan ternyata merujuk pada laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Berdasarkan pemberitaan sejumlah media nasional, PPATK mencatat total transaksi terkait dugaan tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2024 mencapai Rp984 triliun dari keseluruhan transaksi mencurigakan sebesar Rp1.459,64 triliun.

Angka tersebut tidak berkaitan dengan transaksi pribadi Presiden Joko Widodo, tidak terjadi di Bank Pembangunan China, serta tidak pernah dinyatakan dibongkar oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dengan demikian, klaim “Purbaya bongkar transaksi jahat Jokowi” merupakan konten menyesatkan (misleading content) karena memelintir data resmi dan mengaitkannya dengan tokoh serta peristiwa yang tidak relevan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi, tidak mudah mempercayai narasi sensasional di media sosial, serta merujuk pada pemberitaan dari media kredibel atau klarifikasi lembaga resmi.

Hasil Pemeriksaan Fakta: SALAH

(Fika Hamzah)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....