Homoseksualitas Hewan dan Misteri Evolusi Alam

  • 12 Jan 2026 13:51 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Fenomena homoseksual pada hewan bukanlah hal langka dalam dunia biologi. Perilaku seksual sesama jenis telah diamati pada lebih dari 1.500 spesies, mulai dari serangga hingga mamalia besar.

Aktivitas ini mencakup percumbuan, ikatan pasangan, bahkan pengasuhan anak oleh dua individu dengan jenis kelamin sama. Fakta ini menantang pandangan konvensional bahwa perilaku seksual hanya bertujuan untuk reproduksi.

Homoseksualitas pada hewan sering kali memiliki fungsi sosial. Misalnya, pada spesies bonobo, hubungan sesama jenis digunakan untuk meredakan ketegangan dan memperkuat ikatan kelompok. Lumba-lumba hidung botol juga menunjukkan perilaku serupa, di mana jantan membentuk pasangan sesama jenis untuk membangun aliansi dan meningkatkan peluang kawin di kemudian hari.

Menurut Jurnal The Conversation tahun 2023 berjudul “Mengapa perilaku homoseksual begitu umum pada mamalia?”, perilaku ini ditemukan pada berbagai kelompok taksonomi, termasuk vertebrata dan invertebrata. Penelitian menunjukkan bahwa homoseksualitas bukan penyimpangan, melainkan bagian dari strategi sosial dan evolusi yang kompleks.

Menurut Jurnal Wikipedia Bahasa Indonesia, perilaku homoseksual telah terdokumentasi sejak tahun 1999 dan mencakup lebih dari 450 spesies. Pameran “Against Nature?” tahun 2006 bahkan mencatat bahwa perilaku ini teramati pada sekitar 1.500 spesies hewan.

Homoseksualitas pada hewan menunjukkan bahwa alam tidak selalu mengikuti pola biner atau normatif. Perilaku ini membuka ruang pemahaman baru tentang keragaman biologis dan fungsi sosial dalam ekosistem. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali makna evolusioner dan ekologis dari fenomena ini, yang ternyata jauh lebih umum dan kompleks daripada yang selama ini diperkirakan.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....