Kelimutu: Warna Misterius dari Puncak Ende
- 12 Jan 2026 12:48 WIB
- Manado
KBRN Manado : Tersembunyi dalam kabut pegunungan Flores, Danau Kelimutu menyimpan keajaiban alam yang tak tertandingi. Tiga danau kawah dengan warna berbeda menghuni puncak Gunung Kelimutu, masing-masing memiliki karakteristik unik yang terus berubah seiring waktu.
Warna-warna danau ini yaitu biru kehijauan, cokelat kehitaman, dan hijau toska yang kemudian menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan peneliti geologi.
Penemuan Danau Kelimutu pertama kali tercatat oleh seorang Belanda bernama Y. Bouman pada tahun 1915. Ia mendokumentasikan keberadaan tiga danau dengan warna berbeda yang kemudian menjadi objek penelitian ilmiah dan spiritual masyarakat lokal. Letaknya berada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada ketinggian sekitar 1.640 meter di atas permukaan laut.
Menurut Jurnal Geosains dan Geoteknologi No. 2 Tahun 2022, perubahan warna danau disebabkan oleh aktivitas vulkanik dan kandungan mineral yang berbeda pada masing-masing kawah. Kandungan besi, mangan, dan sulfur berinteraksi dengan mikroorganisme dan suhu, menghasilkan warna yang dinamis dan tak terprediksi.
Menurut Jurnal Geografi Indonesia No. 1 Tahun 2021, Danau Kelimutu memiliki nilai geomorfologi tinggi sebagai danau kawah aktif yang terbentuk dari letusan gunung berapi purba. Ketiga danau tersebut dikenal dengan nama Tiwu Ata Mbupu (danau orang tua), Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau muda-mudi), dan Tiwu Ata Polo (danau roh jahat). Masyarakat setempat percaya bahwa roh manusia akan bermukim di salah satu danau sesuai dengan sifatnya semasa hidup.
Menurut Jurnal Pariwisata Nusantara No. 3 Tahun 2023, Danau Kelimutu menjadi ikon wisata spiritual dan ilmiah yang menarik ribuan pengunjung setiap tahun. Pemerintah daerah Ende telah menetapkan kawasan ini sebagai bagian dari Taman Nasional Kelimutu, dengan fokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kelimutu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan pertemuan antara ilmu pengetahuan, kepercayaan lokal, dan keindahan alam yang tak tergantikan. Warna-warna danau yang terus berubah menjadi simbol kehidupan, kematian, dan misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan. Sebuah mahakarya alam yang patut dijaga dan dihargai sepanjang masa.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....