Budaya Barter di Kepulauan: Sistem Pertukaran Tanpa Uang

  • 12 Jan 2026 07:17 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Budaya barter adalah bentuk pertukaran barang tanpa menggunakan uang, yang masih ditemukan di berbagai komunitas kepulauan di dunia. Sistem ini tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan tradisi antar kelompok masyarakat.

Sebagaimana dikutip dari laman en.wikipedia.org Salah satu contoh barter yang paling terkenal adalah Kula Ring di sekitar Kepulauan Massim, Papua Nugini. Dalam sistem ini, barang-barang bernilai seperti kalung kerang merah dan gelang kerang putih dipertukarkan melalui jaringan pulau-pulau dalam ritus yang sarat simbolisme sosial dan politik. Pertukaran ini tidak terjadi karena kebutuhan langsung, melainkan sebagai bagian dari hubungan antar komunitas yang terjalin bertahun-tahun.

Dilansir dari laman www.britannica.com Selain itu, di wilayah Melanesia secara umum, sistem pertukaran tradisional masih memadukan barter barang kebutuhan pokok seperti serealia, babi, dan yams dengan objek budaya, menunjukan bagaimana barter berperan dalam ekonomi subsisten komunitas pulau serta pertukaran antar pulau.

Di Vanuatu, sebuah kasus unik menunjukkan bagaimana nilai budaya masih digunakan sebagai alat tukar. Tangbunia Bank di pulau Pentecost bukan bank biasa — nasabah “menabung” barang-barang tradisional seperti mat tenun, kerang, atau taring babi, yang dianggap sebagai modal dan alat pertukaran dalam sistem ekonomi kastom masyarakat setempat. Dikutip dari laman pacific.un.org Praktik barter tradisional seperti ini seringkali juga dipadukan dengan ekonomi berbasis komunitas, bukan hanya alat tukar semata. Misalnya, di Fiji, komunitas peduli lingkungan menghidupkan kembali barter tradisional sebagai cara bagi penduduk lokal untuk bertukar kebutuhan sehari-hari seperti bahan makanan selama masa sulit seperti pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa barter dapat menjadi sistem yang adaptif terhadap perubahan zaman sambil tetap mempertahankan nilai budaya lokal.

Secara luas, budaya barter di wilayah kepulauan atau komunitas tradisional menggambarkan keanekaragaman sistem ekonomi non-moneter yang masih hidup sampai sekarang. Sistem barter ini bukan hanya soal pertukaran barang, tetapi juga tentang identitas budaya, hubungan sosial, dan nilai antropologis yang mengikat komunitas pulau bersama.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....