Ke Mana Perginya Air Laut Saat Surut?
- 05 Jan 2026 14:52 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Fenomena air laut surut sering memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama di wilayah pesisir: ke mana sebenarnya air laut itu pergi ketika permukaannya tampak menyusut dan garis pantai semakin menjauh? Sebagaimana dikutip dari laman www.britannica.com, secara ilmiah air laut tidak menghilang, melainkan mengalami perpindahan massa akibat gaya alam yang bekerja secara periodik di Bumi.
Seperti dikutip dari laman oceanservice.noaa.gov Penyebab utama terjadinya pasang dan surut air laut adalah gaya gravitasi Bulan terhadap Bumi. Tarikan gravitasi ini menyebabkan air laut terkumpul di sisi Bumi yang menghadap Bulan, sehingga wilayah tersebut mengalami pasang. Sebaliknya, daerah yang tidak berada pada jalur tarikan tersebut akan mengalami surut karena massa air berpindah ke area lain.
Selain pengaruh Bulan, Matahari juga berperan dalam fenomena pasang surut, meskipun gaya gravitasinya lebih kecil karena jaraknya yang sangat jauh. Ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus, tarikan gravitasi menjadi lebih kuat dan menyebabkan pasang maksimum serta surut yang lebih ekstrem, yang dikenal sebagai pasang purnama (spring tide).
Perputaran Bumi atau rotasi Bumi turut memengaruhi pergerakan air laut. Rotasi ini menyebabkan air laut tidak hanya bergerak naik dan turun, tetapi juga berpindah mengikuti arus laut global. Saat air laut surut di suatu pantai, air tersebut sebenarnya mengalir dan berkumpul di wilayah lain yang sedang mengalami pasang.
Bentuk dasar laut dan kontur garis pantai juga menentukan seberapa jauh air laut tampak surut. Pantai yang landai akan memperlihatkan surut yang lebih jelas karena air laut mundur jauh ke tengah laut. Sementara itu, di pantai berbatu atau curam, perubahan permukaan laut tidak terlalu terlihat meski volume air yang berpindah tetap sama.
Dengan demikian, air laut yang surut tidak menguap atau hilang, melainkan berpindah tempat mengikuti keseimbangan gaya gravitasi dan dinamika Bumi. Fenomena pasang surut ini bersifat alami, teratur, dan dapat diprediksi, sehingga sangat penting untuk dipahami oleh nelayan, masyarakat pesisir, serta pelaku aktivitas kelautan.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....