Paradoks: Semakin Terkoneksi, Kita Semakin Sepi

  • 03 Des 2025 09:39 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Kita hidup di era yang paling terkoneksi sepanjang sejarah, di mana setiap orang hanya berjarak satu klik. Namun ironisnya, tingkat kesepian (loneliness) global justru meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Fenomena ini menciptakan paradoks yakni platform yang dirancang untuk mendekatkan kita, justru terkadang mendorong kita ke dalam isolasi sosial. Kesepian di era digital seringkali bukan tentang kurangnya interaksi, melainkan kurangnya interaksi yang bermakna.

Kontak sekilas melalui media sosial tidak dapat menggantikan kedalaman dan keintiman dari interaksi tatap muka yang menciptakan dukungan sosial yang otentik. Pengejaran validasi melalui likes dan komentar seringkali terasa hampa dan sementara, meninggalkan kekosongan emosional setelah sesi scrolling berakhir.

Menurut jurnal Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Loneliness pada Siswa SMP oleh Ziliwu. Jurnal ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memberikan kontribusi signifikan, yaitu sebesar 22%, terhadap munculnya kesepian pada remaja.

Data ini mengindikasikan bahwa semakin sering seseorang terpapar dan terlibat secara intens di media sosial, semakin besar risiko mereka mengalami perasaan terisolasi. Peneliti menyimpulkan bahwa 78% sisa pengaruh dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, namun penting untuk menyadari penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menjadi prediktor utama kesepian. Kesadaran dalam menggunakan platform ini secara bijak sangat penting, bukan hanya untuk mengurangi adiksi, tetapi juga untuk memprioritaskan kualitas interaksi di dunia nyata. Hal ini diperlukan agar kita tidak hanya memiliki jaringan pertemanan yang luas secara digital, tetapi juga memiliki dukungan sosial yang kuat dan nyata.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....