Hidup di Rumah Berantakan : Inilah Faktanya

  • 29 Nov 2025 19:22 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado : Rumah seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat, namun kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang justru merasa lebih stres ketika berada di rumah sendiri, terutama bila kondisi ruangnya berantakan dan penuh barang. Kekacauan visual dan fisik ini ternyata memiliki dampak psikologis yang cukup besar.

Menurut jurnal Environmental Psychology dalam penelitian berjudul The dark side of home: Assessing possession clutter on subjective well-being, kekacauan atau penumpukan barang berlebih di rumah terbukti menurunkan kenyamanan dan kesejahteraan psikologis seseorang. Ketika ruangan dipenuhi benda-benda yang tidak tertata, otak menerima banyak rangsangan yang membuat seseorang lebih mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.

Penelitian lain dari jurnal Environmental Psychology berjudul Home and the extended-self: Exploring associations between clutter and wellbeing juga mendukung temuan tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa semakin rapi sebuah rumah, semakin tinggi tingkat kesejahteraan pemiliknya. Kekacauan ruang ternyata bukan hanya soal penampilan, tetapi berpengaruh langsung pada emosi, suasana hati, dan stabilitas pikiran.

Selain itu, jurnal Behavioral Sciences melalui penelitian berjudul Older Adults and Clutter: Age Differences in Clutter Impact, Psychological Home, and Subjective Well-Being menemukan bahwa dampak negatif dialami oleh berbagai kelompok usia, termasuk dewasa muda hingga lansia. Ruang yang berantakan membuat seseorang sulit merasakan bahwa rumah adalah tempat aman dan nyaman, sehingga menurunkan kesejahteraan subjektif.

Dapat disimpulkan bahwa rumah yang rapi tidak hanya membuat lingkungan terlihat enak dipandang, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Membersihkan ruangan, memilah barang yang tidak diperlukan, dan menciptakan ruang yang lebih lapang dapat menjadi langkah sederhana untuk menciptakan ketenangan. Rumah yang tertata bukan hanya indah, tetapi juga lebih menenangkan bagi pikiran dan tubuh.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....