"Fakta Keamanan: Kabel Tanam vs Udara"

  • 27 Nov 2025 18:19 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Perdebatan mengenai sistem kelistrikan mana yang lebih baik apakah kabel udara konvensional yang menggantung di tiang atau sistem kabel bawah tanah (underground sering muncul di kalangan pengembang perumahan dan tata kota.

Meskipun instalasi kabel udara jauh lebih umum di Indonesia karena biayanya yang murah, tren perumahan modern kini beralih ke sistem bawah tanah. Lantas, dari sisi keamanan (safety), manakah yang sebenarnya lebih unggul?

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai aspek keamanan kedua sistem tersebut:

1. Ketahanan Terhadap Cuaca Ekstrem (Angin & Petir)

Seperti dikutip dari laman www.energy.gov Secara umum, instalasi listrik bawah tanah dinilai jauh lebih aman dari gangguan cuaca. Kabel yang tertanam tidak terpapar langsung oleh angin kencang, badai, atau sambaran petir. Sebaliknya, kabel udara sangat rentan putus akibat tertimpa pohon tumbang saat hujan badai, yang sering menjadi penyebab utama pemadaman listrik massal dan bahaya setrum bagi warga sekitar.

2. Risiko Kecelakaan bagi Manusia

Dilansir dari laman electrical-engineering-portal.com Dari sisi keselamatan publik, kabel bawah tanah adalah pemenangnya. Sistem ini menghilangkan risiko kabel menjuntai yang bisa tersentuh secara tidak sengaja oleh manusia, kendaraan tinggi, atau anak-anak yang bermain layangan. Data menunjukkan bahwa insiden tersengat listrik akibat kontak langsung dengan infrastruktur jauh lebih rendah pada sistem bawah tanah dibandingkan sistem kabel udara.

3. Kemudahan Deteksi dan Perbaikan (Maintenance)

Di sinilah letak kelemahan sistem bawah tanah. Jika terjadi korsleting atau kerusakan, lokasi titik masalah (titik fault) pada kabel tanah jauh lebih sulit dan lama untuk ditemukan karena harus menggali tanah. Sebaliknya, kerusakan pada kabel udara dapat dideteksi secara visual dengan cepat oleh petugas, sehingga proses perbaikan dan pemulihan listrik seringkali lebih cepat pada sistem kabel udara.

4. Risiko Galian dan Banjir

Dikutip dari lamanwww.osha.gov Meskipun aman dari angin, kabel bawah tanah memiliki risiko uniknya sendiri. Kabel ini rentan rusak akibat ketidaksengajaan aktivitas penggalian (misalnya perbaikan pipa air atau proyek jalan). Selain itu, isolasi kabel bawah tanah harus memiliki kualitas ekstra tinggi (tahan air) karena jika terendam banjir dalam waktu lama, risiko kebocoran arus listrik di dalam tanah bisa terjadi, meskipun teknologi modern sudah meminimalisir hal ini.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Aman?

Jika berbicara murni mengenai keamanan publik sehari-hari dan estetika, instalasi kabel bawah tanah (tanam) adalah pilihan yang jauh lebih aman dan rapi. Risiko tersengat listrik dan kebakaran akibat pohon tumbang nyaris nol.

Namun, sistem ini membutuhkan investasi biaya yang jauh lebih mahal (bisa 5-10 kali lipat dari kabel udara) dan penanganan perbaikan yang lebih kompleks. Oleh karena itu, sistem ini biasanya hanya diterapkan di kawasan perumahan elit, pusat bisnis, atau kota-kota maju yang memprioritaskan keselamatan dan keindahan tata kota di atas biaya.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....