Langkah Positif Kurangi Penggunaan Plastik dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 23 Okt 2025 16:57 WIB
  •  Manado

KBRN Manado: Isu pencemaran lingkungan akibat limbah plastik terus menjadi perhatian serius, baik di tingkat global maupun nasional. Penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan menjadi salah satu penyebab meningkatnya volume sampah yang sulit terurai dan berdampak negatif bagi ekosistem.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2024), Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah per tahun, dan sekitar 17 persennya berasal dari plastik. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah positif dari masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah membawa tas belanja kain saat berbelanja, menggunakan botol minum isi ulang, serta mengganti sedotan plastik dengan bahan ramah lingkungan seperti bambu atau stainless steel. Langkah kecil ini dinilai efektif mengurangi sampah plastik dari aktivitas rumah tangga.

Selain itu, kampanye “Gaya Hidup Minim Sampah” yang digaungkan oleh berbagai komunitas lingkungan juga mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Gerakan ini mengajarkan pentingnya mendaur ulang, menggunakan kembali wadah bekas, dan mengurangi konsumsi produk berkemasan plastik.

Pakar lingkungan dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Dr. Nita Mandey, menilai bahwa perubahan pola pikir menjadi kunci utama. Menurutnya, kesadaran individu dalam memilih produk ramah lingkungan dapat menciptakan efek berantai terhadap kebiasaan masyarakat luas.

Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan.

Ferel LPU

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....