Mengapa Banyak Orang Tidak Suka Bau Durian?
- 11 Okt 2025 14:04 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Durian, yang dijuluki sebagai “raja buah” di Asia Tenggara, dikenal bukan hanya karena rasanya yang lezat, tapi juga karena baunya yang sangat menyengat. Sebagian orang menganggap aromanya harum dan menggoda, sementara yang lain merasa mual bahkan sebelum mencicipinya.
Lalu, apa yang sebenarnya membuat bau durian begitu kuat dan kenapa banyak orang tidak menyukainya?
1. Asal-usul Bau Durian: Dari Senyawa Sulfur
Bau durian muncul dari senyawa volatil (mudah menguap), yaitu zat kimia yang dilepaskan ke udara saat buah matang.
Seperti dikutip dari laman pubs.acs.org Penelitian dari Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa ada lebih dari 40 senyawa penyebab bau pada durian, terutama yang mengandung sulfur, seperti:
- Ethanethiol
- Diethyl disulfide
- 1-(ethylsulfanyl)ethane-1-thiol
Senyawa-senyawa ini juga terdapat pada bawang busuk, keju fermentasi, dan gas alam, sehingga tidak heran jika sebagian orang menganggap bau durian mirip dengan “benda busuk” atau “gas beracun”.
2. Faktor Genetik: Hidung Manusia Berbeda-beda
Setiap orang memiliki reseptor bau (olfaktori receptor) yang berbeda tingkat kepekaannya.
Bagi sebagian orang, reseptor terhadap senyawa sulfur sangat sensitif, sehingga aroma durian terasa “menyengat dan tidak enak”.
Sementara yang lain justru memiliki sensitivitas lebih rendah, sehingga aroma yang tertangkap hidung mereka adalah sisi manis dan buahnya.
Fenomena ini mirip dengan bagaimana sebagian orang tidak tahan dengan bau ketumbar (cilantro) karena variasi genetik pada gen OR6A2.
3. Pengaruh Budaya dan Pengalaman
Persepsi terhadap bau sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kebiasaan budaya.
Di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, orang tumbuh dengan aroma durian, sehingga otak mereka mengasosiasikannya dengan kenikmatan dan nostalgia.
Sebaliknya, di negara-negara Barat, bau ini sering dianggap menyengat dan menjijikkan, karena tidak ada konteks budaya yang membuatnya terasa “normal”.
Menariknya, di beberapa tempat seperti Singapura, durian bahkan dilarang dibawa ke transportasi umum karena aromanya terlalu kuat dan bisa mengganggu orang lain.
4. Fungsi Alamiah Bau Durian
Bagi durian sendiri, bau yang kuat bukan tanpa alasan.
Menurut Penelitian dari Nature dan Smithsonian Magazine menyebutkan bahwa aroma menyengat itu berkembang secara evolusioner untuk menarik hewan-hewan seperti kelelawar, babi hutan, dan monyet agar membantu menyebarkan bijinya ke tempat lain.
Jadi, bagi durian, bau menyengat adalah strategi bertahan hidup!
5. Bau yang Sulit Dihilangkan
Salah satu alasan orang makin tidak suka dengan durian adalah karena baunya mudah menempel.
Aroma durian dapat bertahan di ruangan, mobil, atau tangan selama berjam-jam bahkan berhari-hari, karena senyawa sulfurnya sangat stabil.
Itulah mengapa banyak hotel atau maskapai melarang membawa durian di bagasi atau kamar.
Kesimpulan
Tidak semua orang bisa menikmati bau durian, dan itu bukan karena salah siapa-siapa.
Ketidaksukaan terhadap bau ini bisa dijelaskan dari kombinasi antara:
- Senyawa sulfur yang kuat dan mudah tercium.
- Perbedaan genetik pada reseptor bau manusia.
- Faktor budaya dan kebiasaan lingkungan.
- Bau yang bertahan lama dan sulit dihilangkan.
Jadi, saat seseorang menutup hidung di dekat durian, bukan berarti mereka “anti-durian” — mungkin hanya karena hidung dan otaknya bekerja sedikit berbeda dari para pencinta durian sejati.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....