Ritsleting, Inovasi Kecil yang Mengubah Dunia Mode

  • 29 Sep 2025 22:43 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Banyak orang mengenal ritsleting sebagai benda kecil yang ada di celana, jaket, tas, atau sepatu. Namun, tidak semua tahu bahwa dalam istilah Eropa benda ini disebut retsluiting. Penemuan sederhana ini justru menjadi salah satu inovasi besar yang memengaruhi dunia fesyen, industri tekstil, hingga kebutuhan sehari-hari.

Ritsleting pertama kali dipatenkan oleh Whitcomb L. Judson pada tahun 1893 sebagai alat pengikat sepatu. Namun, desain yang lebih modern baru diciptakan oleh Gideon Sundback pada tahun 1913, yang kemudian dikenal luas sebagai separable fastener atau pengikat geser. Seiring waktu, istilahnya berbeda-beda di tiap negara: zipper di Amerika, retsluiting dalam bahasa Belanda, dan “ritsleting” dalam bahasa Indonesia.

Seperti dikutip dari laman haji.kemenag.go.id Kini, ritsleting menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai produk. Industri mode dan tekstil memanfaatkannya karena lebih praktis dibandingkan kancing atau ikatan. Bahkan, dalam pedoman penyediaan transportasi udara di Indonesia, ritsleting juga menjadi standar perlengkapan seperti koper dan tas jemaah haji.

Seperti di kutip dari laman Selain itu, dalam pelatihan pakaian jadi, ritsleting atau retsluiting juga diajarkan sebagai keterampilan dasar menjahit. Penggunaan sepatu mesin khusus untuk menjahit ritsleting menjadi bagian penting dalam industri garmen.

Kepraktisan dan fungsionalitasnya menjadikan retsluiting bukan sekadar aksesori, melainkan simbol inovasi kecil yang berdampak besar. Dari pakaian sehari-hari, perlengkapan perjalanan, hingga produk industri, benda mungil ini menjadi pengikat yang menghubungkan kebutuhan manusia modern.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....