Mengapa Kita Bisa Terkejut Saat Tidur? Ini Penjelasannya
- 23 Sep 2025 05:44 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Pernahkah Anda merasa seperti jatuh dari ketinggian lalu tiba-tiba terbangun dengan tubuh tersentak saat baru mulai tidur? Fenomena ini cukup umum dan dikenal sebagai hypnic jerk atau sleep start. Meskipun sering dianggap sepele, hal ini sebenarnya menarik untuk dikaji dari sisi ilmiah.
Menurut para ahli saraf, seperti dikutip dari The Sleep Foundation, hypnic jerk merupakan kontraksi otot yang tidak disengaja dan terjadi pada tahap awal tidur, yaitu saat tubuh baru memasuki fase transisi dari sadar ke tidak sadar. Ini bisa terjadi karena otak salah menafsirkan sinyal dari tubuh yang mulai rileks sebagai tanda bahwa kita sedang "jatuh" atau kehilangan kendali. Akibatnya, otak merespons dengan mengirimkan sinyal ke otot untuk "menyelamatkan" tubuh, dan terjadilah kejut refleks.
Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya hypnic jerk antara lain:
- Stres dan kecemasan.
Otak yang masih aktif karena stres bisa meningkatkan kemungkinan tersentak saat tidur. - Kelelahan fisik. Tubuh yang terlalu lelah cenderung lebih rentan terhadap gangguan saat transisi tidur.
- Konsumsi kafein atau stimulan. Kafein dapat mengganggu sistem saraf dan menyebabkan tidur tidak nyenyak.
- Tidur tidak teratur. Kurang tidur atau pola tidur yang kacau dapat mengacaukan proses relaksasi otot.
Dokter spesialis tidur menyebutkan bahwa hypnic jerk adalah hal yang normal dan dialami oleh sekitar 60-70% orang setidaknya sekali seumur hidup. Namun jika kejut tersebut sering terjadi dan mengganggu kualitas tidur, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis untuk mengetahui apakah ada gangguan tidur lain yang mendasarinya.
Meski mengejutkan, fenomena ini merupakan bagian alami dari proses tubuh menuju istirahat, dan jarang menjadi tanda bahaya serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....