Harga Diri: Antara Ekspektasi Sosial dan Kesehatan Mental
- 11 Sep 2025 19:42 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Harga diri atau self-esteem merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Ia menentukan bagaimana seseorang menilai dirinya sendiri, merasa berharga, dan mampu beradaptasi dalam berbagai situasi sosial. Namun, harga diri tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor: budaya, pola asuh, peran gender, hingga perkembangan zaman.
Harga Diri dalam Konteks Sosial dan Gender
Sebagaimana dikutip dari laman www.liputan6.com Sebuah studi yang dilaporkan Liputan6 (Mei 2025) mengungkap bahwa uang dan kekuasaan memiliki pengaruh besar terhadap harga diri pria, terutama ketika pasangan mengambil peran sebagai pencari nafkah utama. Dalam situasi tersebut, sebagian pria merasa harga dirinya menurun karena tidak sesuai dengan norma tradisional bahwa laki-laki adalah kepala rumah tangga yang bertanggung jawab atas ekonomi keluarga.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ekspektasi sosial seringkali membentuk standar harga diri seseorang. Perubahan peran gender dalam masyarakat modern bisa menjadi tantangan, tetapi sekaligus membuka peluang untuk menafsirkan kembali makna harga diri di era yang lebih setara.
Peran Pola Asuh dan Lingkungan
Penelitian yang dimuat dalam Psikologi Sosial dan Pendidikan menegaskan bahwa pola asuh otoritatif mampu meningkatkan harga diri anak. Harga diri yang sehat kemudian berperan dalam membangun resiliensi remaja, yaitu kemampuan untuk bangkit dari tekanan hidup dan menghadapi stres secara positif.
Dengan kata lain, harga diri bukan hanya hasil dari faktor internal, tetapi juga dipengaruhi bagaimana keluarga, guru, maupun lingkungan memperlakukan individu sejak kecil.
Hubungan Harga Diri dengan Perilaku Digital
Di era digital, rendahnya harga diri terbukti berkaitan dengan tingginya risiko kecanduan internet. Studi meta-analisis oleh peneliti UGM menunjukkan adanya korelasi negatif antara harga diri dan adiksi internet: semakin rendah rasa berharga seseorang, semakin besar kecenderungan mencari validasi di dunia maya secara berlebihan.
Hal ini memberi peringatan bahwa kesehatan mental dan harga diri sangat perlu dijaga di tengah derasnya arus media sosial yang kerap menciptakan perbandingan tidak sehat.
Menjaga dan Membangun Harga Diri
Harga diri yang sehat membuat seseorang lebih percaya diri, resilien, dan mampu menghargai orang lain. Ada beberapa cara untuk menjaganya:
- Lingkungan positif: dikelilingi orang-orang yang memberi dukungan dan apresiasi.
- Menghargai diri sendiri: menerima kekurangan dan merayakan pencapaian kecil.
- Pola asuh yang tepat: bagi orang tua, memberikan kasih sayang dan disiplin seimbang.
- Pola pikir berkembang: melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai penilaian mutlak atas diri.
Kesimpulan
Harga diri bukan hanya persoalan psikologis pribadi, melainkan juga hasil interaksi dengan budaya, norma, dan perubahan sosial. Di tengah perubahan peran gender, derasnya digitalisasi, dan tuntutan hidup modern, menjaga harga diri menjadi kunci penting untuk kesehatan mental dan kualitas hidup.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....