Abrasi Menggerus Pesisir, Solusi Mangrove Jadi Harapan

  • 31 Agt 2025 10:48 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Fenomena abrasi pantai terus menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir Indonesia. Gelombang laut, perubahan iklim, serta aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan membuat garis pantai di sejumlah daerah semakin terkikis. Kondisi ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam permukiman dan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Abrasi di Berbagai Daerah

Di Pantai Caruban, Rembang, abrasi tercatat mencapai sekitar 10 meter dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini membuat kawasan wisata berkurang pengunjung dan menimbulkan keresahan warga setempat.

Sementara di Pantai Kramatsari, Pemalang, tanggul penahan ombak sepanjang hampir satu kilometer jebol akibat hantaman gelombang. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bahkan langsung meninjau lokasi dan menginstruksikan perbaikan darurat karena abrasi mengancam pemukiman serta aktivitas nelayan.

Di pesisir Balongan, Indramayu, abrasi diperparah dengan timbunan sampah plastik yang memperburuk kondisi lingkungan. Warga setempat berharap adanya solusi seperti pembangunan pemecah ombak dan penataan pesisir lebih serius.

Penyebab dan Dampak Abrasi

Menurut penjelasan Kementerian Kelautan dan Lingkungan Hidup, abrasi terjadi karena kombinasi faktor alami (gelombang, pasang surut, badai, dan perubahan iklim) serta ulayah manusia (penambangan pasir, penebangan mangrove, reklamasi, dan pembangunan pesisir yang tidak terkontrol).

Seperti dikutip dari lindungihutan.com dampak yang ditimbulkan tidak main-main. Selain hilangnya wilayah pantai, abrasi juga mengancam permukiman warga, infrastruktur, dan sektor pariwisata. Ekosistem pesisir, termasuk hutan mangrove dan terumbu karang, ikut rusak sehingga menurunkan keanekaragaman hayati.

Solusi dan Upaya Mitigasi

Sebagaimana dikutip dari www.detik.com untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah daerah bersama masyarakat mulai meluncurkan berbagai program. Salah satunya adalah “Mageri Segoro” di Jawa Tengah, yaitu penanaman 1,5 juta pohon mangrove di 17 kabupaten/kota pesisir sebagai tameng alami penahan abrasi.

Selain solusi hijau berupa restorasi mangrove, sejumlah daerah juga membangun pemecah ombak dan tanggul laut. Namun para ahli mengingatkan bahwa pendekatan struktural harus dikombinasikan dengan pengelolaan lingkungan berkelanjutan agar efektif.

Kesimpulan:

Abrasi pantai adalah masalah nyata yang terus menggerus wilayah pesisir Indonesia. Jika tidak ditangani, ancamannya bisa semakin besar di tengah perubahan iklim global. Penanaman mangrove, pembangunan infrastruktur pantai, serta kesadaran menjaga lingkungan menjadi kunci dalam mengurangi dampak abrasi.

Seperti disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, “Kita tidak bisa menunggu sampai pesisir habis, tindakan nyata harus segera dilakukan.”

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....