Fenomena Bolos Sekolah dan Dampaknya
- 22 Agt 2025 06:19 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Fenomena membolos sekolah mencerminkan persoalan mendalam dalam sistem pendidikan, terutama terkait motivasi siswa, lingkungan sosial, dan dukungan keluarga. Ini bukan sekadar absen tanpa izin, tapi bisa menjadi alarm terhadap tantangan psikologis dan akademis yang lebih serius. Seperti dikutip dari laman umsida.ac.id Riset dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menemukan bahwa siswa cenderung membolos bersama teman-temannya ketika menghadapi mata pelajaran sulit atau guru yang dianggap "galak"
Penyebab Siswa Membolos
- Pengaruh Teman Sebaya
Penelitian studi kasus terhadap dua siswa SMK menunjukkan bahwa teman sebaya adalah faktor paling dominan yang mendorong perilaku bolos baik karena ajakan maupun dorongan untuk merasa diterima oleh kelompok. - Faktor Pribadi dan Keluarga
Siswa yang memiliki kontrol diri lemah atau kurang percaya diri cenderung lebih sulit menolak ajakan bolos. Selain itu, lingkungan keluarga yang kurang memberi perhatian atau terlalu permisif turut memperparah perilaku ini. - Sekolah Kurang Mendukung
Sekolah yang dianggap membosankan, kurang mendukung, atau kurang disiplin, menjadi pemicu lain. Sistem pembinaan yang minim dan suasana belajar tidak menyenangkan semakin memicu keinginan siswa untuk menghindar.
Dampak Negatif Bolos Sekolah
- Rendahnya Prestasi Akademik
Siswa yang sering bolos cenderung tertinggal pelajaran dan memiliki prestasi belajar yang menurun, bahkan berisiko tidak naik kelas. - Masalah Sosial dan Perilaku
Pembolosan mendorong siswa masuk ke pergaulan negatif dan kenakalan remaja. Siswa bisa terisolasi atau malah lebih rentan terhadap perilaku penyimpangan. - Efek Jangka Panjang pada Karakter
Tanpa intervensi, kebiasaan bolos dapat berkembang menjadi pola yang berlanjut bahkan ketika siswa memasuki dunia kerja, menunjukkan bahwa perilaku ini memengaruhi disiplin dan tanggung jawab sepanjang hidup.
Upaya Solutif
Sebagai tindakan penyelamatan, penelitian memberikan beberapa rekomendasi:
- Intensifkan bimbingan dan konseling siswa, terutama dengan metode seperti role-playing untuk mengubah pola perilaku.
- Perlibatkan orang tua dan guru secara aktif, menjalin komunikasi terbuka dan perhatian terhadap kondisi emosi siswa.
- Ciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menarik, dorong partisipasi siswa dalam kegiatan yang menumbuhkan tanggung jawab dan motivasi intrinsik.
Kesimpulan
Fenomena bolos sekolah bukan sekadar pelanggaran disiplin ini sinyal adanya tantangan internal murid, kurangnya dukungan keluarga, serta lingkungan sekolah yang tidak motivatif. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh dari psikologis siswa, peran orang tua, hingga kualitas sistem pendidikan fenomena ini bisa turut menentukan arah masa depan generasi muda.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....