Misteri Langkanya Candi di Jawa Barat

  • 08 Agt 2025 12:49 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Jika dibandingkan dengan Jawa Tengah atau Jawa Timur, jumlah candi di Jawa Barat tergolong sangat sedikit. Fenomena ini menjadi perhatian para arkeolog dan sejarawan karena secara geografis, Jawa Barat juga termasuk wilayah yang pernah berada dalam pengaruh kerajaan-kerajaan besar di masa lalu. Menurut jurnal penelitian arkeologi, faktor alam, budaya, dan politik memiliki peran besar dalam kondisi ini.

Secara geologi, tanah di Jawa Barat didominasi oleh batuan vulkanik muda yang relatif rapuh dan mudah tererosi. Bahan bangunan candi di wilayah ini umumnya menggunakan batu andesit atau bata merah. Namun, tingkat curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang konstan mempercepat pelapukan material tersebut. Akibatnya, bangunan dari masa klasik di Jawa Barat lebih rentan rusak atau hilang dibandingkan dengan yang berada di wilayah dengan kondisi tanah dan iklim yang lebih stabil.

Dari sisi budaya, wilayah Jawa Barat merupakan pusat berkembangnya budaya Sunda. Menurut jurnal sejarah kebudayaan, masyarakat Sunda pada masa klasik lebih banyak menggunakan bahan kayu dan bambu untuk bangunan suci, sementara batu digunakan secara terbatas. Hal ini berbeda dengan tradisi bangunan di Jawa Tengah yang sangat mengandalkan batu andesit untuk konstruksi candi. Karena kayu dan bambu mudah lapuk, peninggalan arsitektur dari masa tersebut sulit ditemukan dalam kondisi utuh.

Faktor politik juga memengaruhi. Menurut jurnal Berkala Arkeologi Balai Arkeologi Bandung, kerajaan-kerajaan besar di Tatar Sunda seperti Kerajaan Sunda dan Galuh memiliki orientasi politik dan pusat kekuasaan yang berbeda dibandingkan kerajaan di Jawa Tengah seperti Mataram Kuno yang terkenal dengan pembangunan candi berskala besar. Pusat pemerintahan di Jawa Barat lebih menekankan pada fungsi istana dan keraton sebagai pusat aktivitas, bukan kompleks candi batu yang monumental.

Meski jumlahnya sedikit, beberapa candi peninggalan di Jawa Barat tetap menjadi bukti penting sejarah, seperti Candi Cangkuang di Garut dan Candi Bojongmenje di Rancaekek. Kedua situs ini menjadi contoh langka dari arsitektur keagamaan berbahan batu di wilayah Sunda.

Memahami alasan di balik sedikitnya jumlah candi di Jawa Barat memberikan gambaran bahwa warisan budaya tidak hanya dipengaruhi oleh kekuatan politik atau keagamaan, tetapi juga oleh kondisi alam dan pilihan material yang digunakan oleh masyarakat masa lalu. (Apri Sri Devi Simatupang/L PU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....