Proses Terjadinya Puting Beliung dan Faktor Penyebabnya
- 07 Agt 2025 17:46 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Puting beliung terjadi karena pertemuan antara udara panas dan lembap dari permukaan bumi dengan udara dingin di lapisan atas atmosfer. Proses ini biasanya dimulai saat cuaca sangat panas pada siang hari. Pemanasan tersebut menyebabkan udara di permukaan naik dengan cepat membawa uap air ke atmosfer.
Ketika udara panas yang naik bertemu dengan udara dingin, terbentuklah awan besar yang disebut awan cumulonimbus. Awan ini dikenal sebagai awan badai, yang menjulang tinggi dan memiliki arus udara vertikal sangat kuat di dalamnya.
Ketidakstabilan antara arus udara naik dan turun dalam awan tersebut dapat membentuk pusaran angin. Jika pusaran ini memanjang dari dasar awan hingga menyentuh permukaan tanah, maka terbentuklah puting beliung. Angin berputar ini sangat kuat dan bisa menyebabkan kerusakan pada rumah, pohon, kendaraan, bahkan infrastruktur listrik.
Mengutip laman BMKG, puting beliung biasanya berlangsung dalam waktu singkat, sekitar 10 hingga 30 menit, dan melanda area yang relatif sempit. Namun, kekuatannya cukup merusak. Fenomena ini lebih sering terjadi saat peralihan musim (pancaroba), terutama di siang hingga sore hari. Ciri-cirinya meliputi langit mendadak menggelap, angin kencang datang tiba-tiba, awan bergulung pekat, serta hujan disertai petir dan suara gemuruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....