Mitos Lahan Bekas Nilam Tak Bisa Ditanami

  • 04 Agt 2025 20:21 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Banyak tersebar pandangan bahwa lahan yang pernah digunakan untuk menanam nilam (Pogostemon cablin) tidak bisa ditanami tanaman lain selanjutnya. Namun, menurut berbagai kajian ilmiah, hal tersebut rupanya mitos, bukan fakta mutlak.

1. Apakah Tanaman Nilam “Merusak” Tanah?

Sebagaimana dikutip dari laman kumparan.com Beberapa studi menyebut bahwa penanaman nilam secara terus menerus atau monokultur dalam jangka lama dapat mengakibatkan penipisan unsur hara (seperti N, P, K), penurunan pH tanah, dan perubahan aktivitas mikroba serta enzim tanah. Ini bukan berarti tanah menjadi "mati", melainkan kesuburan kimiawi menurun jika dibiarkan tanpa perbaikan.

2. Studi Lapangan: Aceh Jaya

Riset dari Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian di Aceh Jaya menunjukkan bahwa meskipun penanaman nilam intensif berlangsung hingga beberapa musim, kondisi kesuburan tanah tetap tergolong rendah sampai sedang, tanpa pengaruh signifikan terhadap pH, kandungan C-organik, P‑total, dan K‑total. Ini menunjukkan bahwa lahan belum rusak parah, serta masih berpotensi dipulihkan.

3. Solusi: Rotasi & Tumpangsari

Penelitian dan pedoman budidaya menyebut bahwa praktik rotasi atau tumpangsari sangat dianjurkan setelah satu atau dua siklus tanam nilam. Hal ini efektif untuk:

  • Memutus siklus penyakit seperti layu bakteri (Ralstonia solanacearum) yang endemik pasca panen nilam.
  • Memulihkan sifat fisik, kimia, dan biologis tanah.
    Tanaman alternatif seperti jagung atau padi sering dipakai dalam rotasi untuk merevitalisasi tanah.

4. Tanah Bekas Nilam Justru Bernilai

Limbah atau ampas hasil penyulingan daun nilam dapat dijadikan pupuk organik atau mulsa. Ini membantu memperbaiki struktur tanah serta menekan serangan hama layu hingga 60 %.

Kesimpulan

Lahan bekas tanam nilam bukanlah lahan mati yang tidak bisa ditanami lagi. Yang benar: jika dikelola dengan buruk (monokultur tanpa jeda dan perbaikan), tanah bisa kehilangan kesuburannya. Namun dengan praktik rotasi tanaman, tumpangsari, sanitasi lahan, dan penggunaan pupuk organik seperti ampas nilam, lahan tersebut justru dapat dipulihkan kualitasnya dan bahkan mendukung budidaya tanaman lain.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....