Sering Bicara Sendiri? Mungkin Otakmu Sedang Lakukan Ini

  • 24 Jul 2025 10:17 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Pernah tanpa sadar bicara sendiri saat mencari barang yang hilang, atau bergumam ketika sedang stres? Meski sering dianggap aneh oleh orang lain, kebiasaan ini ternyata wajar dan umum terjadi. Dalam psikologi, berbicara sendiri justru menandakan bahwa otak sedang bekerja lebih fokus dan efisien.

Ngobrol dengan diri sendiri atau self-talk adalah proses alami yang hampir dirasakan semua orang . Meski terdengar sepele, perilaku ini menyimpan peran penting dalam cara manusia berpikir, membuat keputusan, hingga mengelola emosi.

Penelitian oleh Gary Lupyan dan Daniel Swingley dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology (2012) menemukan bahwa menyebutkan nama objek saat mencarinya (seperti, "mana ya dompet?") bisa mempercepat proses pencarian. Ini disebut sebagai self-directed speech, dan menunjukkan bahwa suara internal kita bisa membantu mengatur fokus dan perhatian.

Psikolog Rusia ternama, Lev Vygotsky, juga menyebutkan bahwa anak-anak berbicara sendiri sebagai bagian dari perkembangan berpikir mereka. Ketika tumbuh dewasa, kebiasaan ini tak serta-merta hilang, tetapi berubah fungsi menjadi cara orang dewasa menyusun strategi atau menenangkan diri dalam situasi sulit.

Sebuah studi lain yang dimuat di Frontiers in Psychology (Brinthaupt et al., 2015) menunjukkan bahwa berbicara dengan diri sendiri bisa membantu seseorang meredam kecemasan, menyemangati diri, bahkan memecahkan masalah dengan lebih tenang. Tetapi kualitas dari isi pembicaraan itu sangat penting. Jika self-talk yang dilakukan bersifat positif, maka manfaatnya sangat besar bagi kesehatan mental. Sebaliknya, jika terlalu banyak bicara negatif kepada diri sendiri, ini bisa memperkuat keraguan diri dan menambah stres.

Namun tentu saja, ada batas yang membedakan self-talk yang sehat dengan yang patut diwaspadai. Jika seseorang merasa mendengar suara dari luar dirinya, atau berbicara sendiri dengan cara yang tidak terkendali, itu bisa menjadi gejala gangguan tertentu seperti skizofrenia. Dalam Journal of Behavioral and Brain Sciences, disebutkan bahwa auditory hallucination (mendengar suara dari luar yang sebenarnya tidak ada) adalah salah satu tanda paling umum dari gangguan tersebut, ini berbeda dari self-talk biasa yang terjadi dengan kesadaran penuh.

Kesimpulannya, bicara sendiri adalah hal yang normal, bahkan sehat. Jika kamu sering melakukannya saat berpikir, menyemangati diri, atau meredakan stres, otakmu mungkin sedang membantumu mengatur emosi dan fokus. Selama dilakukan secara sadar dan tidak mengganggu fungsi sosial, kamu tidak perlu khawatir. (Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....