KBRN Manado : Jam, baik itu jam dinding, jam tangan, maupun jam digital, telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia modern. Namun di balik fungsinya sebagai penunjuk waktu, para ahli menemukan berbagai fakta unik yang jarang diketahui masyarakat luas.
Menurut Dr. Hannes Keller, pakar horologi atau ilmu tentang waktu dari Swiss Horological Research Institute, jam bukan hanya alat ukur waktu, tetapi juga representasi budaya, teknologi, dan psikologi manusia.
Salah satu fakta menarik, otak manusia ternyata merespons suara jam berdetak secara tidak sadar, terutama saat dalam kondisi sunyi. Detak jam bisa memicu rasa tenang, namun bagi sebagian orang, juga bisa menyebabkan stres atau kecemasan karena menjadi pengingat waktu yang terus berjalan.
Ahli teknologi perilaku dari Stanford University, Dr. Rachel Kim, mengungkapkan bahwa paparan waktu secara konstan melalui jam dapat memengaruhi produktivitas dan tingkat stres seseorang.
Fakta lainnya, menurut studi yang dipublikasikan di Journal of Chronobiology, penempatan jam di ruangan dapat memengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Jam yang ditempatkan di tempat terang dan mudah terlihat membantu tubuh menyesuaikan waktu tidur dan bangun secara alami.
Sementara itu, dalam aspek desain, posisi jarum jam di iklan selalu menunjuk pukul 10:10 karena secara psikologis membentuk ekspresi "tersenyum", menciptakan kesan positif pada konsumen. Hal ini sudah terbukti dalam riset pemasaran dan digunakan oleh hampir semua merek jam dunia.
Jam juga tercatat sebagai salah satu benda paling awal yang mengalami revolusi teknologi: dari jam matahari, jam pasir, jam mekanik, hingga kini jam atom yang memiliki tingkat akurasi mendekati sempurna, dengan kesalahan hanya 1 detik dalam jutaan tahun.
Dengan segala keunikan dan perkembangan teknologinya, jam tidak lagi hanya sekadar penunjuk waktu, melainkan juga simbol kemajuan peradaban manusia.
( Feyhrel Makahekung )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....