Kata-kata Sehari-hari Ini Asalnya Mengejutkan Sekali

  • 07 Jul 2025 14:39 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Pernahkah kamu berpikir, kenapa kita menyebut sarapan untuk makan pagi? Atau mengapa kata kacau berarti berantakan padahal artinya dulu sangat berbeda? Ternyata, kata-kata yang kita ucapkan setiap hari punya sejarah yang lebih kaya daripada yang kita bayangkan. Dan semua itu dijelaskan oleh ilmu bernama etimologi. Ilmu tentang asal-usul dan perubahan kata dari masa ke masa.

Bahasa Indonesia adalah hasil percampuran budaya dari India, Arab, Tiongkok, Portugis, Belanda, hingga Melayu Kuno. Setiap zaman meninggalkan jejaknya, bukan hanya dalam sejarah atau bangunan, tapi juga dalam kosa kata.

Ambil contoh kata “kacau”. Menurut Jurnal Bahasa dan Sastra (Yulianti, 2023), kata ini berasal dari bahasa Hokkien ka-chao, yang berarti "mengaduk atau mencampur makanan". Seiring waktu, maknanya berubah, dari “campur” menjadi “tidak teratur”, lalu menjadi “berantakan”. Sekarang, “pikiran kacau”, “jadwal kacau”, hingga “negara kacau” sudah menjadi hal yang wajar kita ucapkan.

Atau kata “sepatu”, yang berasal dari kata Portugis zapato. Dulu, sepatu adalah barang mahal, hanya dipakai bangsawan atau orang Belanda. Kini, siapa pun bisa membeli sepatu, bahkan dari toko online tanpa harus tahu asal katanya.

Contoh lain adalah kata “sarapan”, yang kemungkinan berasal dari kata Jawa Kuno sara (makan) dan pagi. Dalam proses yang disebut fusi morfologis, dua kata ini menyatu menjadi satu bentuk yang lebih efisien.

Etimologi tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya membentuk bahasa. Kridalaksana (2001) dalam bukunya Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa pemahaman etimologi membantu kita menyadari bahwa bahasa bukan sesuatu yang statis. Ia hidup, bergerak, dan berkembang bersama manusianya.

Saat ini, tren penggunaan bahasa serapan dari media sosial juga menjadi perhatian baru dalam kajian etimologi modern seperti “ngegas”, “spill”, atau “healing”, yang maknanya terus bergeser.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....