Fenomena "Dunia Terbalik": Ketika Istri Menjadi Tulang Punggung Keluarga
- 14 Mei 2025 06:34 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena istri yang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga semakin sering ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Situasi ini sering dijuluki sebagai "dunia terbalik", di mana peran tradisional suami sebagai pencari nafkah bergeser kepada istri, sementara suami lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Penyebab Perubahan Peran
Sebagaimana di kutip dari laman UIN Thesis Respitory dan SE Jurnal : Ada Beberapa faktor yang menyebabkan istri mengambil alih peran sebagai pencari nafkah utama antara lain:
- Ketidakmampuan Suami dalam Bekerja: Kondisi kesehatan seperti penyakit atau usia lanjut membuat suami tidak dapat bekerja .
- Penghasilan Suami yang Tidak Mencukupi: Pekerjaan suami yang tidak tetap atau berpenghasilan rendah memaksa istri untuk mencari tambahan penghasilan .
- Motivasi Pribadi Istri: Keinginan istri untuk mandiri secara finansial atau untuk membantu keluarga besar juga menjadi pendorong .
Dampak terhadap Kehidupan Keluarga
Perubahan peran ini membawa dampak positif dan negatif:
Positif:
- Peningkatan Ekonomi Keluarga: Dengan istri bekerja, kebutuhan keluarga dapat terpenuhi lebih baik .
Negatif:
- Ketegangan dalam Rumah Tangga: Perubahan peran dapat menimbulkan konflik jika tidak ada komunikasi yang baik antara suami dan istri .
- Beban Ganda bagi Istri: Istri harus membagi waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga, yang dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental .
- Perubahan Dinamika Keluarga: Anak-anak mungkin merasa kurang perhatian dari orang tua, dan peran suami sebagai kepala keluarga bisa menjadi kabur .
Pandangan Hukum Islam
Dalam perspektif hukum Islam, suami memiliki kewajiban untuk menafkahi keluarga. Namun, jika suami tidak mampu, istri diperbolehkan untuk bekerja dan mencari nafkah, asalkan tidak mengabaikan tanggung jawabnya dalam rumah tangga .
Studi Kasus di Indonesia
- Balikpapan, Kalimantan Timur: Banyak istri yang menjadi pencari nafkah utama karena suami tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga .
- Depok, Jawa Barat: Fenomena serupa terjadi di Kecamatan Cinere, di mana istri mengambil alih peran sebagai pencari nafkah utama .
- Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan: Beberapa keluarga mengalami perceraian karena ketidakseimbangan peran antara suami dan istri .
Kesimpulan
Fenomena istri sebagai pencari nafkah utama mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi yang kompleks. Meskipun dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, perubahan ini juga menuntut adaptasi dan komunikasi yang baik antara suami dan istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....