Budaya Malu Mulai Hilang, Pakar Peringatkan Dampak Sosialnya

  • 12 Mei 2025 17:46 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Budaya malu yang dulu menjadi nilai utama dalam masyarakat Indonesia dinilai semakin terkikis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi tokoh masyarakat, akademisi, dan lembaga negara yang menilai lunturnya rasa malu turut memperburuk perilaku sosial masyarakat saat ini.

Luntur Karena Media Sosial dan Gaya Hidup Pamer

Sebagaimana di kutip dari laman Republika.co.id, banyak masyarakat kini lebih fokus pada citra dan popularitas, terutama di media sosial. Akibatnya, hal-hal yang dulu dianggap tabu atau memalukan kini justru dipertontonkan secara terbuka demi sensasi atau viralitas.

“Banyak orang sekarang malah bangga memamerkan aib, padahal dulu itu jadi hal yang dihindari,” tulis Republika dalam artikelnya berjudul "Budaya Malu Semakin Luntur di Masyarakat Kita."

Peringatan dari Akademisi

Dosen dan peneliti dari Jurnal Sosiologi Reflektif (Universitas Sanata Dharma), Antonius W. S., dalam tulisannya "Merosotnya Budaya Malu dalam Masyarakat Modern", menyebut bahwa hilangnya rasa malu berakar dari pergeseran nilai: dari kolektivisme ke individualisme ekstrem. Orang lebih mementingkan kepuasan pribadi dibanding mempertahankan kehormatan sosial.

Tempo.co juga mengangkat persoalan ini dalam artikel "Budaya Malu Harus Dihidupkan Kembali untuk Cegah Korupsi". Artikel itu menyebutkan bahwa banyak pelanggaran etika dan hukum terjadi karena para pelaku sudah tidak lagi memiliki rasa malu meskipun diketahui publik.

Dampak dan Solusi

Hilangnya budaya malu berdampak luas, mulai dari meningkatnya kasus korupsi, pelanggaran norma sosial, hingga penurunan etika dalam kehidupan sehari-hari. Menurut BNN (Badan Narkotika Nasional), budaya malu juga penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, karena rasa malu dapat menahan seseorang dari perilaku menyimpang sebelum tindakan pencegahan formal dilakukan.

“Budaya malu adalah bagian dari ketahanan moral masyarakat. Bila ini hilang, hukum saja tidak cukup,” kata salah satu perwakilan BNN dalam laman resminya, menekankan perlunya pendidikan karakter sejak dini.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....