Pemadaman Listrik Massal Melanda Beberapa Negara, Infrastruktur Global Terguncang

  • 03 Mei 2025 13:45 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Sejumlah negara di dunia mengalami pemadaman listrik massal dalam beberapa pekan terakhir, menimbulkan gangguan serius terhadap layanan publik, transportasi, dan aktivitas ekonomi. Dari Eropa hingga Asia, kejadian ini memicu kekhawatiran akan ketahanan infrastruktur energi global.

Eropa: Spanyol, Portugal, dan Prancis Gelap Gulita

Pada Senin, 28 April 2025, jaringan listrik di sebagian besar wilayah Spanyol dan Portugal kolaps. Prancis bagian selatan juga terdampak. Bandara, rumah sakit, dan layanan transportasi umum sempat lumpuh selama beberapa jam.

Menurut laporan Euronews dan Reuters, penyebab awal diduga berasal dari gangguan transmisi listrik antara Spanyol dan Prancis yang menyebabkan ketidakseimbangan frekuensi jaringan. Operator sistem listrik Spanyol, Red Eléctrica, menyatakan bahwa pemadaman ini merupakan yang terbesar dalam sejarah modern negara tersebut.

Asia: Bali, Indonesia, Terkena Dampak Serius

Pemadaman listrik besar juga terjadi di Bali pada Jumat, 2 Mei 2025, sekitar pukul 16.00 WITA. Wilayah wisata ini sempat mengalami kekacauan akibat lumpuhnya jaringan listrik, termasuk lampu lalu lintas dan layanan pembayaran digital.

PLN mengonfirmasi bahwa penyebab gangguan berasal dari jalur transmisi bawah laut antara Jawa dan Bali. Pemulihan dilakukan secara bertahap, dan listrik kembali normal dalam beberapa jam.

️ Timur Tengah: Lebanon Masih Dilanda Krisis Energi

Lebanon masih bergelut dengan krisis energi yang menyebabkan pemadaman listrik hampir total sejak pertengahan 2024. Kekurangan bahan bakar dan kerusakan infrastruktur menyebabkan sebagian besar wilayah hanya mendapat pasokan listrik beberapa jam dalam sehari.

Analisis Global: Ketergantungan Energi Terbarukan dan Risiko Baru

Beberapa analis menyebut bahwa transisi global ke energi terbarukan juga membawa risiko baru terhadap kestabilan jaringan listrik, terutama saat sistem belum sepenuhnya siap. Kurangnya sistem penyimpanan energi dan kendali otomatis disebut sebagai penyebab rentannya jaringan.

Menurut Financial Times, fluktuasi output dari sumber energi seperti tenaga surya dan angin menjadi tantangan baru bagi operator jaringan listrik di Eropa.

kesimpulan

Pemadaman listrik berskala besar di berbagai belahan dunia ini menunjukkan bahwa infrastruktur energi global perlu pembaruan serius. Kerja sama internasional dan investasi dalam teknologi penyeimbang jaringan (grid balancing) menjadi krusial untuk menghindari krisis serupa di masa depan.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....